Media sosial diramaikan dengan video hasil verifikasi faktual yang dilakukan Aiman terhadap KTP yang tercatat mendukung Ahok sebagai Cagub DKI 2017

Hasil verifikasi faktual ini bikin pendiri teman ahok kecut
Media sosial diramaikan dengan video hasil verifikasi faktual yang dilakukan Aiman terhadap KTP yang tercatat mendukung Ahok sebagai Cagub DKI 2017. Pasalnya, dari dua KTP yang divefirikasi faktual, salah satunya “numpang KTP” yang berarti orangnya tidak berdomisili di alamat tersebut karena ia bukan pemilik rumah. Dan KTP kedua, orangnya tidak bisa ditemui karena rumahnya kosong.

Ketika mendapati fakta bahwa pemilik KTP pertama tidak tinggal di rumah tersebut karena ia bukan pemilik rumah melainkan hanya sahabat dari pemilik rumah tersebut, pendiri teman Ahok Singgih Widiyastono tampak kecut.

“Jadi bagaimana, ketika KPU harus ke sini, bukan hanya tidak ada di tempat tapi bisa saja orang yang numpang KTP. Numpang KTP di alamat tersebut, di alamat ini tapi orang yang bersangkutan tidak tinggal di sini. Dan kalau kondisinya seperti ini apa yang dilakukan Teman Ahok?” tanya Aiman kepada Singgih.






“Ya nanti kita akan hubungi nomor tersebut, nanti kita akan telpon untuk kita datangi, yang pertama. Terus kita ajak orang tersebut ke PPS kelurahan untuk verifikasi faktual”

“O, difasilitasi, didampingi dari Teman Ahok”

“Betul, kita akan dampingi”

“Sudah pernah ditelpon dan ada orangnya?” tanya Aiman sambil menunjuk formulir dukungan yang orangnya numpang KTP tersebut.

“Ya, ada. Sesuai alamat juga, hanya masalahnya...”

“Numpang KTP”

“Ya, numpang KTP”

Di Facebook, video ini menjadi bahan kritikan netizen terhadap KTP dukungan untuk Ahok.

“KTP Bodong diverifikasi yah bodong hasilnya. Kompas TV dan Teman Ahok coba verifikasi 2 KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.... dan kedua duanya GAGAL TOTAL !!,” kata Wawat Kurniawan, Rabu (29/6/2016).





Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar