Diskriminasi dan represifitas pemerintah komunis-atheis menimpa muslim Xinjiang. Pemerintah melarang pegawai negeri dan mahasiswa di wilayah itu untuk berpuasa.

China larang puasa
Polisi Xinjiang menangkap pria Uighur (Arsip AFP 24 Juni 2015)
Diskriminasi dan represifitas pemerintah komunis-atheis menimpa muslim Xinjiang. Pemerintah melarang pegawai negeri dan mahasiswa di wilayah itu untuk berpuasa. Padahal di provinsi Xinjiang ada 10 juta muslim Uighur.

Larangan ini bukan kali pertama. Bertahun-tahun, pemerintah komunis yang juga berpaham ateis di Xinjiang melarang pegawai negeri menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebaliknya, pemerintah memerintahkan restoran dan rumah makan untuk tetap buka di siang hari pada bulan Ramadhan.






"Anggota partai, kader, PNS, mahasiswa, dan anak di bawah umur tidak boleh puasa selama Ramadhan dan tidak harus mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan," kata situs pemerintah kota Koarla, Xinjiang tengah seperti dikutip Kompas.

"Selama bulan Ramadhan, warung-warung makanan dan minuman tidak boleh tutup," tambahnya.

Dengan represifitas semacam itu, Xinjiang sering menjadi medan konflik antara pemerintah komunis dan militan muslim Uighur.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menilai ketegangan di Xinjiang merupakan akibat pengekangan kebebasan agama dan budaya yang seharusnya dinikmati Muslim Uighur. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar