Para ilmuwan akhirnya menemukan bagaimana cara membangun piramida di zaman ketika belum ada teknologi mengangkat batu-batu besar. New York Times merilis hasil studi

piramida
Para ilmuwan akhirnya menemukan bagaimana cara membangun piramida di zaman ketika belum ada teknologi mengangkat batu-batu besar. New York Times pada 23 April 2008 merilis hasil studi terbaru para ilmuwan, yang mayoritasnya menemukan bahwa piramida tidak hanya dibuat dengan batu alam tetapi juga dari olahan tanah yang dipanaskan.

Hasil studi itu menguatkan penelitian Michel Barsoum dari Drexel University di Philadelphia yang menemukan bahwa sebagian balok primadia dibuat dari tanah yang dibakar.

Journal of American Ceramic Society juga pernah mempubliksikan hasil penetian serupa yang menunjukkan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun piramida dan monumen yang tinggi. Penelitian itu juga menyimpulkan, tidak mungkin mengangkat batu seberat ribuan kilogram. Karenanya Firaun menggunakan batu alam untuk dasar piramida, sedangkan untuk bagian atas ia menggunakan tanah yang dipanaskan hingg mengeras layaknya batu.

Hasil penelitian Profesor Davidovits juga menunjukkan hal yang sama. Ia meneliti batu piramida terbesar dengan menggunakan mikroskop elektron. Yang mengejutkan, ia menemukan jejak reaksi cepat yang menunjukkan bahwa batu tersebut terbuat dari lumpur.






Kesimpulan para ilmuwan melalui serangkaian penelitian di abad 21 itu ternyata telah didahului oleh Al Quran 14 abad sebelumnya.

Al Quran menerangkan:

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Dan Fir’aun berkata: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka wahai Haman, bakarlah untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia termasuk orang-orang pendusta.” (Al-Qashash: 38)

Ayat ini menjelaskan bahwa teknik pembuatan bangunan tinggi yang dilakukan oleh Firaun adalah dengan membakar tanah liat. Hal yang sama seperti kesimpulan para ilmuwan.

Masya Allah... ayat ini hanyalah salah satu bukti keajaiban Al Quran. Bahwa Al Quran sesuai, bahkan mendahului pengetahuan. Tidakkah ini membuat kita semakin beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’a dan kitabNya serta Rasul-Nya? [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar