Dai kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, mengingatkan umat Islam agar tuma’ninah saat shalat tarawih.

KH Anwar Zahid soal tarawih super cepat
Dai kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, mengingatkan umat Islam agar tuma’ninah saat shalat tarawih.

Mengenai fenomena shalat tarawih super cepat, KH Anwar Zahid mengingatkan umat Islam khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) agar tuman’ninah.

“Mangkane sampeyan sing NU-NU, balane Kyaine iki, 20 rakaat iku sing sodok suwe. Kadang iku, sing Muhammadiyah 8 rakaat ae sak jam. Nang sampeyan 20 rakaat 10 menit plethas,” kata KH Anwar Zahid dalam salah satu ceramahnya yang telah diunggah ke Youtube.

Artinya kurang lebih demikian. “Makanya kalian yang NU-NU, temannya Kyai ini, 20 rakaat itu yang agak lama. Terkadang, Muhammadiyah 8 rakaat satu jam. Tapi kalian 20 rakaat 10 menit selesai.”






“Iku trawih cap opo? (itu tarawih macam apa?),” tambah KH Anwar Zahid.

Lebih jauh, Kyai NU itu menjelaskan, tuma’ninah dalam shalat adalah wajib. Sehingga ia heran, untuk qunut yang sunnah dalam Subuh tidak berani ditinggalkan namun tuma’ninah yang wajib dalam shalat malah ditinggalkan.

Fenomena tarawih super cepat, di antaranya bisa ditemui di Blitar. Tepatnya di di Masjid Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Tarawih 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat hanya diselesaikan dalam waktu 7 menit. (Baca: Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia) [Ibnu K/Tarbiyah.net]





Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar