Meskipun mengaku mendapat wahyu berbahasa Arab, Sri Hartati menyatakan dirinya bukanlah seorang Nabi. Namun ia menyebut dirinya utusan Tuhan.

Sri Hartati
Sri Hartati (Tribunnews.com)
Meskipun mengaku mendapat wahyu berbahasa Arab, Sri Hartati menyatakan dirinya bukanlah seorang Nabi. Namun ia menyebut dirinya utusan Tuhan.

“Semua Nabi itu utusan Tuhan, tetapi tidak semua utusan Tuhan itu Nabi,” kata PNS guru SD di Pekalongan itu.

Sri mengaku mendapat wahyu pada tahun 2010. Awalnya, ia sakit pada sejak tahun 2009 hingga tidak bisa bergerak. Dokter sudah menyerah. Sri pun dirawat di rumah hingga buang air pun di atas ranjang.

Pada tahun 2010, Agus Trihayanto suaminya kerasukan hingga muntah-muntah. Pada saat kerasukan itu, Tri memegang Sri dan Sri pun sembuh.






“Setelah kerasukan, saya dipegang dan sembuh dari penyakit saya pada 2010," kata Sri.

Di masa-masa itulah, Sri mengaku banyak ayat-ayat berbahasa Arab keluar dari kepala, dada dan punggungnya setiap ia merasa kesakitan. Ayat-ayat itu kemudian ditulis artinya dalam huruf latin.

Kalau saya menulis menggunakan bahasa arab takutnya salah diartikan, makanya menggunakan bahasa latin," ujar PNS guru SD itu.

Di antara isi wahyu tersebut, kata Sri, arah kiblat ada di sebelah timur. Karenanya ia kini shalat dengan menghadap ke timur. Selain itu, ia juga membetulkan jumlah neraka dan surga. Menurut Sri, jumlah neraka dan surga masing-masing ada 17 lapis. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar