Rupanya, ada yang sewot dengan sikap MUI yang meminta TVRI meminta maaf. Padahal TVRI sendiri sudah menerima sanksi dari KPI.

Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta TVRI minta maaf atas tayangan sahur berkostum gambar salib, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memanggil stasiun televisi milik pemerintah itu. Setelah klarifikasi, akhirnya KPI menjatuhkan sanksi kepada TVRI.

Rupanya, ada yang sewot dengan sikap MUI yang meminta TVRI meminta maaf. Padahal TVRI sendiri sudah menerima sanksi dari KPI.

Tokoh JIL Akhmad Sahal justru mendesak MUI minta maaf karena menurutnya, menuduh adanya lambang salib dalam tayangan tersebut adalah sikap parno dalam beragama.






“Catut salib? Justru MUI yang harus minta maaf dalam soal ini, karena menyebarkan kepicikan dan sikap parno dalam beragama,” kicaunya melalui akun Twitter @sahal_as, Senin (13/6/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (11/6/2016) dini hari, program Jelang Sahur TVRI menampilkan dua pengisi acara yang mengenakan pakaian bergambar salib. Tayangan itu kemudian memicu kontroversi di tengah masyarakat.

Mendapati ada gambar salib dalam tayangan itu, Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mendesak TVRI segera meminta maaf kepada umat Islam. MUI juga mengadukan tayangan tersebut kepada KPI. (Baca: Ada Salib dalam Tayangan Sahur, MUI Desak TVRI Minta Maaf)

Pada hari yang sama, Senin (13/6/2016), KPI bertindak cepat memanggil TVRI. Setelah klarifikasi, KPI pun menjatuhkan sanksi kepada TVRI berupa minta maaf kepada publik. (Baca: Tayangan Sahur Bergambar Salib Terbukti, KPI Jatuhkan Sanksi) [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar