Usai lebaran (Idul Fitri), banyak orang mendadak sakit. Padahal saat Ramadhan, mereka sehat dan bugar

lambung
Usai lebaran (Idul Fitri), banyak orang mendadak sakit. Padahal saat Ramadhan, mereka sehat dan bugar. Selain diare, ternyata ada dua penyakit lain yang banyak menyerang usai Idul Fitri.

Apa saja penyakit itu dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini penjelasannya:

1. Diare


Diare merupakan penyakit yang paling banyak menyerang usai lebaran. Penyakit ini dipicu oleh makanan asam, pedas, atau bersantan, terutama yang dikonsumsi secara berlebihan.

Banyak orang yang tidak bisa mengatur pola makan dengan baik ketika lebaran. Makanan apa pun masuk ke dalam perut, terlebih ketika berkunjung ke kerabat atau tetangga. Perasaan tidak enak jika tidak menyantap hidangan yang telah disiapkan menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Pakar gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, seperti dikutip detikHealth menjelaskan bahwa diare setelah lebaran juga banyak disebabkan kondisi lingkungan yang tidak bersih 100% sehingga bakteri menghinggapi makanan.

Cara mencegah penyakit diare ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sehingga bakteri tidak menghinggapi makanan. Meskipun pembantu pulang kampung dan kesibukan meningkat, kebersihan harus tetap menjadi prioritas.

Yang kedua, menjaga pola makan dan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang asam, pedas dan bersantan. Kalaupun terpaksa mengkonsumsinya, usahakan tidak banyak.

2. Maag


Penyakit Maag juga tidak sedikit menyerang usai Idul Fitri. Penyebabnya, perubahan pola makan secara drastis.

"Kondisi ini biasanya muncul setelah makan berlebihan dan terlalu banyak makan pedas," kata Dr Titi.






Lebih jauh ia menjelaskan, maag biasanya kambuh ketika pada hari Idul Fitri orang tidak bisa menahan keinginannya untuk mengkonsumsi makanan yang jumlahnya berlimpah. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan pedas juga bisa memicu kambuhnya penyakit ini.

Cara mencegah penyakit maag ini adalah dengan mengatur pola makan. Bersabarlah untuk tidak menyantap banyak makanan, ubahlah pola makan secara bertahap agar mendekati keteraturan. Di sinilah salah satu hikmah puasa Syawal disegerakan di awal bulan Syawal. Sehingga perbedaan pola makan hanya terjadi sehari, itu pun tetap dalam kontrol. Setelah puasa Syawal selesai, umumnya godaan makanan hari raya cenderung telah menipis dan pola makan bisa diatur normal kembali.

3. Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol


Meskipun tidak banyak terlihat efeknya secara langsung, secepat diare dan maag, peningkatan kadar gula darah dan kolesterol juga banyak menyerang usai lebaran. Kondisi ini muncul setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis . Tidak bisanya mengontrol asupan makanan manis selama hari Idul Fitri dan beberapa hari setelahnya menimbulkan kadar gula darah terus-menerus tinggi dan bahkan berisiko hiperglikemia.

Serupa dengan peningkatan kadar gula darah, meningkatnya kolesterol juga timbul sebagai akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat Idul Fitri seperti opor ayam, sambal goreng kentang, sayur labu, dan ayam goreng.

"Setelah dirasakan muncul kondisi seperti tersebut, sebaiknya segera lakukan perubahan pola makan sehat agar kondisi tubuh bisa cepat pulih dan kembali sehat," tegas Dr Titi.

Lagi-lagi, di sinilah terkandung hikmah puasa Syawal. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar