Ada satu amalan para salafush shalih dalam rangka ikhtiar mendapatkan keturunan, namun di era sekarang banyak dilupakan

Hujan-hujanan
Ada satu amalan para salafush shalih dalam rangka ikhtiar mendapatkan keturunan, namun di era sekarang banyak dilupakan. Padahal amalan ini ringan dan mengasyikkan. Sangat mudah bagi pasangan suami istri yang masih kesulitan memperoleh keturunan.

Ustadz Salim A Fillah menjelaskan bahwa amal itu adalah hujan-hujanan.

“Di antara a’mal para salafush shalih adalah mereka yang kesulitan memiliki keturunan disarankan main hujan-hujanan berdua, suami istri,”terang dai muda yang juga penulis produktif itu.

Dalilnya apa? Salim A Fillah menjelaskan, dalilnya adalah firman Allah

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

Dan Allah menurunkan air hujan dari langit yang dengan itu Kami menghidupkan bumi sesudah matinya (QS. An Nahl: 65)







“Kita diciptakan Allah dari apa? Tanah. Unsur bumi yang paling dominan. Maka kalau kemudian Allah belum menganugerahkan karunia anak, boleh jadi ada bagian dari tubuh kita yang perlu dihidupkan dengan air yang turun dari langit,” lanjut Salim A Fillah.

“Jadi, main hujan-hujanan berdua kalau bisa, di tempat yang agak tertutup di rumah yang tidak terlihat dari luar sambil mungkin ada tarian-tariannya sedikit kemudian menengadahkan mulut ke langit memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hujan yang turun dari langit diminum. Nah, habis hujan-hujanan, aktifitas lain dipersilahkan. Bebas. Tapi hujan-hujanan dulu. Sebagai amal para salafush shalih dan ini tidak diingkari oleh para ulama. Mereka menyatakan dalilnya jelas bahwa hujan itu berkah dan hujan itu menghidupkan apa yang sebelumnya mati. Jadi selain memperbanyak istighfar, bagi yang ingin dikaruniakan putra, coba hujan-hujanan.”






Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar