Namun, kesalahan Ruth bukan hanya sebatas itu. Dalam video berjudul “Ex Muslim Cucu Kyai Pesantren Tebu Ireng Jadi Pendeta” tersebut, Ruth juga melecehkan Nabi Muhammad

Pendeta Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar akhirnya mengakui bahwa dirinya telah berbohong mengaku sebagai keturunan Kyai besar Pesantren Tebu Ireng.

Tim klarifikasi Pesantren Tebu Ireng telah bertemu secara langsung dengan Ruth dan wanita itu tidak bisa berkutik. Di hadapan Tim Klarifikasi Tebu Ireng dan Gereja YHS, pendeta itu mengakui dirinya telah berbohong. Sebenarnya, Ruth bukanlah keturunan Kyai Tebu Ireng.

Atas fitnah tersebut, Pesantren Tebu Ireng menuntut Ruth dan Gereja YHS untuk bertanggungjawab.






“Bahwa peredaran video tersebut secara viral di berbagai media sosial, telah sangat merugikan Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng. Lebih dari itu, kebohongan tersebut juga dapat memicu prasangka dan kegaduhan di masyarakat. Karena itu, kami menuntut pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh Pdt Ruth Ewin secara pribadi dan Gereja YHS Blitar secara kelembagaan,” demikian poin keempat siaran pers Tim Klarifikasi Pesantren Tebu Ireng. (Baca: Tak Bisa Berkutik, Pendeta Ruth Ewin Akui Dirinya Berbohong Dan Memfitnah Tebu Ireng)

Namun, kesalahan Ruth bukan hanya sebatas itu. Dalam video berjudul “Ex Muslim Cucu Kyai Pesantren Tebu Ireng Jadi Pendeta” tersebut, Ruth juga melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia menyebut, Nabi Muhammad tidak tahu nasibnya sendiri bagaimana sehingga umat Islam juga tidak jelas nasibnya apakah bisa masuk surga atau tidak.

“Itu junjungan saya waktu itu, bicara sama saya melalui ayat ini “aku tak lebih hanyalah sebagai pembawa kabar berita, penyampai berita saja. Hidupku saja aku nggak tahu, apalagi hidupmu”” kata Ruth setelah menyampaikan bahwa ia adalah keturunan Kyai Tebu Ireng. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar