Kasus kekerasan terhadap guru kembali terjadi. Kali ini menimpa Dahrul, guru SMKN 2 Makassar. Guru yang terkenal sabar ini dipukul orangtua muridnya

Guru Dahrul dipukul orangtua siswa
Guru Dahrul dipukul orangtua siswa
Kasus kekerasan terhadap guru kembali terjadi. Kali ini menimpa Dahrul, guru SMKN 2 Makassar. Guru yang terkenal sabar ini dipukul orangtua muridnya, Adnan Achmad, di dalam lingkungan sekolah hingga berdarah, Rabu (10/8/2016) sekitar pukul 10:30 Wita.

Segera, kasus yang sempat difoto itu menjadi viral di media sosial.

“Kalau Bapak Menteri tidak turun tangan, biarlah netizen indonesia yang menghukumnya!!!,” kata Ishar yang mengunggah kasus itu ke Facebook, Rabu (10/8/2016).

“Info‬ sekitar jam 10 pagi tadi di SMK 2 Makassar, ada guru kena pukul dari orang tua murid, karena tidak terima anaknya dihukum sama itu guru jadi dia datang ke sekolah pukul itu guru,” terangnya.






Lebih jauh Ishar menjelaskan bahwa siswa tersebut ditegur Dahrul karena tidak mengerjakan PR. Namun, siswa tersebut malah menendang pintu dan mengumpat gurunya. Sang guru kemudian menghukumnya.

“Tapi itu murid bencongi na telpon bapak na bilang sudah dipukul sama guru na, datang mi bapaknya ke sekolah langsung na cari itu guru pas na dapatki lansung na pukul ki itu guru berdarah mi itu hidungnya, bru itu guru lari ke ruang kepsek. Masih dikejar juga sama itu orang tua murid untung adaji guru lain yang tahanki. Kasian ku liatki tadi itu guru kesi. Guru paling sabar itu bede di SMK 2 Makassar,” lanjutnya.

Hingga berita ini dimuat, status Ishar tersebut telah 31 ribu kali dibagikan, disertai puluhan ribu like dan komentar. Media-media cetak di Makassar juga telah memberitakannya.

Kabar terakhir, orangtua pelaku pemukulan tersebut sudah dilaporkan ke polisi sedangkan anaknya dikeluarkan dari sekolah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar