Turki yang dibentuk oleh Mustafa Kemal Attaturk setelah meruntuhkan Khilafah Turki Utsmani, didesain sebagai negara sekuler. Bahkan, adzan pun sempat diganti menjadi berbahasa Turki

Erdogan
Turki yang dibentuk oleh Mustafa Kemal Attaturk setelah meruntuhkan Khilafah Turki Utsmani, didesain sebagai negara sekuler. Bahkan, adzan pun sempat diganti menjadi berbahasa Turki, Al Quran dibaca dengan dialek Turki, pelajaran bahasa Arab dan agama dihapus dari kurikulum pendidikan. Namun liberalisme dan sekulerisasi itu justru membuat Turki terpuruk.

“Subhanallah, datangnya Presiden Turki yang sekarang ini, Erdogan yang sangat masyhur luar biasa orang ini, semoga Allah menjaganya. Beliau mengubah setelah dalam 10 tahun ini, sistem Turki yang sekuler menjadi sistem Islam. Menerapkan syariat Islam,” kata Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramahnya.






Khalid kemudian menambahkan bahwa setelah Erdogan mengubah Turki menjadi lebih islami, dunia mencatat 25 capaian positif. Di antaranya, produk domestik nasional Turki pada 2013 mencapai USD 100 miliar menyamai gabungan tiga negara ekonomi terkuat di Timur Tengah (Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Iran), Erdogan membawa Turki melakukan lompatan ekonomi dari peringkat 111 dunia menjadi peringkat 16 dunia.





Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar