Kebebasan beribadah karyawan PD Dharma Jaya terusik. Pasalnya, Direktur Utama BUMD yang mengelola rumah potong hewan (RPH) itu akan membuat kebijakan sholat Jumat dengan dua shift

Dirut PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma Jati
Dirut PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma Jati (foto: Istimewa)
Kebebasan beribadah karyawan PD Dharma Jaya terusik. Pasalnya, Direktur Utama BUMD yang mengelola rumah potong hewan (RPH) itu akan membuat kebijakan sholat Jumat dengan dua shift.

Seperti dirilis Teropong Senayan, Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati diketahui ingin mengajukan pemberhentian pegawai honorer di BUMD yang mengelola rumah potong hewan (RPH) itu dan juga membuat kebijakan sholat Jumat dengan dua shift.

Ketua Serikat Pekerja PD Dharma Jaya, Amrun mengatakan, kebijakan itu tak masuk akal.






"Misalnya Ibu Dirut meminta pegawai menjalan ibadah sholat Jumat secara bergantian. Ini kan tidak masuk akal namanya," katanya.

Karenanya, wajar jika karyawan melakukan protes karena tidak ada kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan.

DPRD DKI Jakarta juga memprotes rencana kontroversial itu.

"Bila pengaturan sholat (Jumat, red) jadi dua shift benar terjadi, itu sangat saya sayangkan. Itu sangat tidak etis dikeluarkan seorang dirut BUMD," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Endah Parjoko. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar