Majelis Ulama Indonesia (MUI) dituduh telah memasuki wilayah politik

KH Maruf Amin vs Bonar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dituduh telah memasuki wilayah politik. Bahkan, Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menuding MUI telah berpolitik dalam kekuasaan. Buktinya, MUI mengeluarkan pernyataan sikap terkait ucapan Ahok seputar Surat Al Maidah 51.

Menurut Bonar, surat yang dikeluarkan MUI tersebut bukanlah fatwa agama. Menurutnya, surat MUI itu bernuansa politik karena dikeluarkan beberapa saat setelah Agus Harimurti berkunjung ke lembaga tersebut.

"Karena Agus Harimurti datang ke kantor Ma'ruf Amin (ketua umum MUI, red), ada dugaan kuat itu (rekomendasi soal Ahok, red) program tersendiri. Setara mengatakan MUI berpolitik," kata Bonar pada diskusi bertema Posisi MUI dalam Hukum Islam dan Hukum Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (16/10/2016).






Menanggapi tuduhan semacam itu, Ketua Umum MUI memiliki jawaban yang mampu membungkam pihak-pihak yang menuduhnya.

“MUI tidak memasuki wilayah politik. Namun Ahok yang mencampuri wilayah MUI,” kata KH Ma’ruf Amin seperti dikutip akun Twitter @Dakwah_Kampus, Senin (17/10/2016).



Seperti diketahui, menafsirkan atau menjelaskan maksud ayat Al Quran adalah wilayah para ulama. Namun, Ahok telah menafsirkan Surat Al Maidah ayat 51 secara pribadi serta mengutip ayat itu sehingga melukai perasaan umat Islam di berbagai wilayah di nusantara. Bahkan dunia Islam internasional pun mengecam pernyataan Ahok tersebut. (Baca: Ikatan Ulama Internasional Tuntut Ahok Diadili)




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar