Megawati Soekarnoputri menilai, menghubungkan memilih pemimpin dengan agama merupakan isu SARA. Ketua Ketua Umum PDIP itu pun merasa heran dengan Islam di masa kini.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (intelijen.co.id)
Megawati Soekarnoputri menilai, menghubungkan memilih pemimpin dengan agama merupakan isu SARA. Ketua Ketua Umum PDIP itu pun merasa heran dengan Islam di masa kini.

"Kita diharuskan mencintai semua makhluk. Kok sekarang seperti itu banyak isu SARA. Islam kok gitu, siapa yang ngajari? Urusan memilih pemimpin kok dikorelasikan dengan agama dan ras. Ini tidak lucu kalau diteruskan," kata Megawati di sela-sela 'Pelatihan Mubaligh Kebangsaan Baitul Muslimin, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016), seperti dikutip Detik.

Lebih jauh Megawati menilai Aksi Bela Islam II yang akan digelar pada 4 November nanti bisa mengancam persatuan Indonesia sebagaimana yang telah terjadi di Timur Tengah. Karenanya ia mengajak umat Islam agar saling menyayangi dan membela NKRI.






"Islam harus Islam yang benar. Indonesia kaum yang mencintai kaum-kaum yang lain. Kita harus mengayomi. Saya tidak membela China, saya membela NKRI yang saya cintai. Pemilu sudah ada dari dari tahun 1955 pemilu itu. Lho kok sekarang hanya satu orang ribut setengah jagat. Kita harus memilih," ujarnya.

Presiden ke-5 RI itu juga mengajak muballigh untuk menyampaikan Islam yang teduh ke masyarakat.

Seperti diketahui, puluhan ormas Islam akan menggelar Aksi Bela Islam jilid II pada 4 November mendatang. Diperkirakan lebih dari 500 ribu umat Islam akan bergabung dalam aksi itu setelah sejumlah ulama menyatakan akan menghadiri aksi tersebut. Di antaranya adalah dai kondang KH Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aa Gym dan KH Arifin Ilham. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar