Berikut ini 6 poin plus penampilan Jenderal Gatot di ILC, Selasa (8/11/2016) malam

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (TV One)
Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi tokoh baru yang disukai umat Islam. Setelah sebelumnya tampil membela umat Islam di program Mata Najwa, penampilan Panglima TNI ini di Indonesia Lawyer Club (ILC) “Setelah 411” membuat semakin banyak umat Islam bangga padanya.

Baca juga: Bela Umat Islam, Panglima TNI “Hantam Balik” Mata Najwa

Berikut ini 6 poin plus penampilan Jenderal Gatot di ILC, Selasa (8/11/2016) malam, seperti ditulis Wido Supraha dan menjadi viral di media sosial:






Apresiasi saya kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (GN). Beliau mampu berbicara dengan hati nurani para Pecinta Keadilan, untaian kalimat yang saya tidak temukan dalam uraian panjang Jenderal Tito Carnavian.

Beberapa kalimat yang menunjukkan kapasitas beliau sebagai seorang Panglima TNI tidak saja terlihat dari presentasi beliau yang bersifat makro dan cara berpikir beliau yang melihat dunia secara utuh (helicopter view), namun secara runut hal yang dapat saya catat:

1. Pertama, ketika Karni Ilyas mengucapkan "Selamat Malam!", dengan tegas GN menjawab "Assalamu 'alaikum warahmatullah."

2. Kedua, GN menegaskan "Saya bangga sebagai seorang Muslim."

3. Ketiga, GN menegaskan "Saya bangga kepada para pendemo yang seluruhnya patuh kepada ulamanya, habaibnya."

4. Keempat, GN menegaskan dan memastikan bahwa provokator bukan dari kalangan pendemo, bahkan provokator berhasil dipisahkan oleh para ulama.

5. Kelima, Umat Muslim di Indonesia adalah benteng terakhir demokrasi di Indonesia

6. Keenam, GN menegaskan provokator adalah para anak muda yang sebagiannya (17 orang) telah ditangkap Kapolri. Aksi Provokasi yang dilakukan oleh para Provokator kemudian perlu diwaspadai bersama. Hal ini karena faktor kekayaan Indonesia menjadi hal yang seksi di mata dunia (Amerika, China) dan khususnya 5 (lima) negara (Five Power Defence Arrangement (Selandia Baru, Australi, Singapura, dan dua negara lagi) di sekitar Indonesia yang juga pernah bermasalah dengan Indonesia.

Dalam paparannya yang sangat sistematis dan bersifat global, di antara contoh yang beliau khawatirkan:
a. Wilayah Laut CIna Selatan: kapal-kapal yang ditangkap TNI-AL semua dikawal oleh 'Kostrad' Tiongkok.
b. Dalam kasus Pilipina: Klaim 12 Juli 2016. Tiongkok memberikan potensi konflik dengan ketidakmauannya diatur dalam Zona Lautan.
c. Lima Negara dimaksud telah melakukan latihan militer bersama tanpa mengundang Indonesia, apa maksudnya?
d. Cara Tiongkok memisahkan Hongkong dan Taiwan dalam sejarah adalah dengan menggunakan perang candu. Hari ini, 2 juta atau 5% penduduk Indonesia telah positif terkena Narkoba, dan BNN hingga hari ini belum berhasil menembus Malaysia sebagai lokasi transit Narkoba yang dijaga militer.

Wido Supraha
supraha.com

NB: Catatan saya berpotensi mengandung kesalahan. Lebih jelasnya silahkan nanti melihat di rekaman YouTube jika telah tersedia.


Baca juga:
Aksi 4 November Tertib, Panglima TNI: Saya Bangga Sebagai Muslim
Panglima TNI: Demo 411 Sangat Indah, Pernikahan Di Katedral Adalah Buktinya



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar