Lalu apa yang menggerakkan jutaan orang untuk ikut demo 4 November? Bahkan KH Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym) dan ribuan santri Daarut Tauhid juga ikut demo tersebut?

Aa Gym
Aa' Gym (detak.co)
Aksi Bela Islam 4 November 2016 merupakan demonstrasi damai terbesar di Indonesia. Jumlah massanya lebih banyak daripada demo 1998.

Lalu apa yang menggerakkan jutaan orang untuk ikut demo 4 November? Bahkan KH Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym) dan ribuan santri Daarut Tauhid juga ikut demo tersebut? Ini penjelasan Aa’ Gym.

“Banyak yang aneh Pak. Ini bagaimana mengumpulkan orang sebanyak ini. Saya kira tidak ada partai mana pun yang sanggup Pak. Tidak ada tokoh mana pun, benar?,” kata Aa’ Gym di Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One, Selasa (8/11/2016) malam.

“Jadi kalau ada yang nanya apa yang menggerakkan orang, saya juga mikir kenapa saya ikut bergerak,” lanjut Aa’ Gym disambut tawa.






“Padahal rada kurang tertarik demo-demo selain demo masak, Pak. Karena bisa dibagi. Ternyata pak, saya periksa ke hati ini, oh... ini bergerak ngongkos sendiri. Semua ini masalah hati Pak. Jadi ada rasa di sini yang mungkin tidak bisa dijelaskan dan orang yang tidak merasakannya tidak akan mengerti. Jadi ada rasa di sini,” tutur Aa’ Gym sembari menunjuk dadanya.

Aa Gym kemudian membuat ilustrasi sederhana tentang rasa yang ia maksud.

“Ada guru, ulama yang mengatakan, ‘Ibu-ibu, jangan makan babi karena bagi umat Islam babi ini tidak boleh dimakan ya. Dalilnya Surat Al Maidah ayat 3. Gitu ya Bu.’ Nah, terus ada yang misalkan pedagang babi mengatakan, atau siapa yang beli babi mengatakan, ‘Ibu-ibu, jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 3.’ Wah, jadi heran kita, ini siapa? Kenapa pakai ngomong-ngomong Al Maidah. Kalau suka makan babi ya sudah silahkan saja, tapi ini wilayah yang beda. Nyeleket sini Pak. Kenapa Ustadz yang ngajarin dianggap bohong, kenapa Al Maidah dianggap alat kebohongan,” terang Aa’ Gym. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar