Pada hari yang sama ketika Bareskrim menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumumkan "sayembara"

Jenderal Gatot memberikan kuliah umum di UI, 16 Nov 2016
Jenderal Gatot memberikan kuliah umum di UI, 16 Nov 2016
Pada hari yang sama ketika Bareskrim menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumumkan "sayembara". Tidak main-main, sayembara itu berhadiah Rp 100 juta dan diumumkan di depan mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

“Tolong carikan saya, adakah satu suku saja dari ribuan suku yang ada di Indonesia ini, yang tidak punya tarian perang? Angkat tangan, saya kasih bonus 50 juta. Itu yang pertama. Yang kedua, adakah satu suku saja, di Indonesia, di Nusantara ini, yang tidak punya senjata? Yang saya tahu di Aceh senjatanya kecil, disembunyikan. Makin ke Timur makin besar senjatanya. Tapi punya ciri khas senjata. 50 juta juga,” kata Jenderal Gatot sembari menjelaskan bahwa setiap bangsa Indonesia memiliki jiwa patriot dan ksatria. Di antara buktinya adalah adanya tarian perang dan senjata khas di setiap suku.






Jenderal Gatot memberikan kuliah umum di Balai Sidang UI, Depok, Rabu (16/11/2016). Panglima TNI itu mengingatkan kepada mahasiswa akan berbagai ancaman yang dihadapi Indonesia.

Dalam kuliah umum itu, Jenderal Gatot juga menyinggung soal demo 4 November dan penetapan status Ahok sebagai tersangka penistaan agama.

Menurut Jenderal Gatot, keputusan Polri itu sesuai dengan aspirasi demo 4 November yang merupakan aksi anak bangsa. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan desain dari negara lain untuk memecah belah Indonesia.

"4 November kemarin tuntutan penjarakan Ahok, itu tidak didesain dari luar, murni anak bangsa. Kita bersyukur kita bisa menunjukkan negara Indonesia masih cinta damai," tegas Jenderal Gatot. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar