Yusril Ihza Mahendra menyayangkan media yang memelintir pernyataannya terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Akibat berita tersebut, tidak sedikit orang yang salah paham dan mengira Yusril mendukung Ahok.

Detiknews berita Yusril
Yusril Ihza Mahendra menyayangkan media yang memelintir pernyataannya terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Akibat berita tersebut, tidak sedikit orang yang salah paham dan mengira Yusril mendukung Ahok.

Padahal, Yusril hanya berbicara dari aspek hukum, Ahok masih bisa ikut Pilkada. Sedangkan hal lain yang dinyatakan dalam berita tersebut, Yusril tidak membenarkannya.

“Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis Detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka”, kata Yusril, Senin (28/11/2016), seperti dikutip situs resmi Persis.or.id.

Karena UU Pilkada telah mengatur demikian, Yusril pun mendukung Ahok tetap ikut Pilkada. Namun terkait dugaan penistaan agama, Yusril menegaskan, keadilan harus ditegakkan.






“Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan”, lanjut pakar hukum tata negara itu.

Sebelumnya, pada Ahad (27/11/2016) lalu, Detik.com mengangkat berita berjudul Yusril: Saya Dukung Ahok Tetap Maju Pilgub DKI di bawah topik Dinamika Pilgub DKI.

Pada berita itu disebutkan bahwa Yusril tampak akrab dengan Ahok dan tak lupa mendoakan agar Ahok mendapat hidayah. Yusril juga disebutkan turut memberikan semangat pada Ahok untuk terus maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya hal itu dijamin undang-undang.

"Saya dukung beliau untuk tetap maju di Pilkada ini. Menurut undang-undang yang berlaku sekarang, meskipun beliau sedang menghadapi masalah hukum tapi itu sama sekali tidak menghalangi beliau untuk maju dalam pilkada ini," tulis Detik.com mengutip pernyataan Yusril. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar