Recent Posts

Muslim se-Solo Sepakat Boikot Stasiun TV dan Surat Kabar yang Sudutkan Islam

12.13.2016
Boikot Metro TV di Change
Boikot Metro TV di Change.org
Ribuan Muslim Solo yang hadir dalam gerakan subuh berjamaah, Senin (12/12/2016), menyepakati tiga aksi nyata. Salah satunya, memboikot dua media nasional. Yaitu sebuah stasiun televisi nasional dan sebuah surat kabar nasional yang dinilai kerap menyudutkan umat Islam serta memberitakan hal negatif tentang umat Islam.

Dua aksi nyata lainnya yang disepakati adalah mengistiqomahkan subuh berjamaah di Masjid dan tidak membeli serta mengkonsumsi barang belanjaan dari pasar modern atau swalayan.

Sebelumnya, para netizen sudah memulai gerakan memboikot sebuah stasiun televisi nasional. Hastag #BoikotMetroTV sempat menjadi trending topic pertama di Twitter.






Hal itu diawali dari pemberitaan Metro TV yang dinilai tendensius dan tidak benar terkait Aksi 212. Kekesalan umat Islam semakin memuncak ketika salah seorang produser MetroTV memaki publik dengan kata-kata yang dinilai tak pantas.

"Banyak orang tetiba jadi pakarjurnalistik, sok ngerti framing, jadi ahli media, pengamat saham dan politik. Padahal otak udang semua," kata Janes C. Simangunsong, salah satu produser MetroTV, melalui akun Twitter pribadinya.

Dari pantauan Tarbiyah.net di Facebook dan Twitter, tak terhitung umat Islam yang menyatakan memboikot Metro TV dan menghapus channel-nya.

Di akun Facebook, meskipun tidak menyebutkan merek, Aa Gym juga menyerukan agar TV yang tidak adil memberitakan Islam dihapus saja channel-nya.

“Stop nonton TV yang mengotori hati dan merusak iman kita semua, apalagi yang informasinya tak benar, hapus saja chanelnya... Dan stop juga baca berita yang tak manfaat apalagi yang tak benar dan menggelincirkan... kita baca media yang jujur, adil dan membangun serta menguatkan iman dan akhlaq kita,” kata Aa Gym melalui fan page KH Abdullah Gymnastiar, Selasa (6/12/2016).

Di situs Change.org juga ada petisi memboikot Metro TV. Petisi berjudul "Aksi Nyata Memboikot Metro TV" itu telah ditandatangani 119 ribu netizen. [Ibnu K/Tarbiyah.net]