Recent Posts

Soal Lafaz Allah di Bawah Pohon Natal, 3 Pertanyaan Netizen Ini Bungkam Tokoh Liberal

12.25.2016
Miniatur pohon natal dengan lafaz Allah di lantai di Hotel Novita Jambi
Miniatur pohon natal dengan lafaz Allah di lantai di Hotel Novita Jambi




Banyak umat Islam menilai meletakkan lafaz Allah di karpet di bawah miniatur pohon natal adalah penistaan agama. Namun, sejumlah tokoh liberal menyajikan pendapat berbeda dengan alasan nama Allah bukan milik Islam saja.

Mereka menjelaskan, Yahudi-Nasrani-Islam adalah agama samawi penerus agama Ibrahim yang sama-sama mengakui Allah sebagai tuhan.

“Allah bukan milikmu,” kata aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) Akhmad Sahal, Sabtu (24/12/2016) mengutip judul artikel Rusdi Mathari.

Selain itu, mantan direktur Freedom Institute itu juga mengemukakan alasan lain bahwa orang Kristen Arab sama seperti Muslim menulis “Allah” dalam bahasa Arab.

“Orang Kristen Arab kalo menulis "Allah" dengan huruf Arab ya pasti sama dengan orang Islam menulis kata "Allah." Bahasa tidak kenal beda agama,” katanya melalui akun Twitter @sahal_as.

Twit itu pun memantik kontroversi. Sejumlah pengguna Twitter mendukung pernyataan Akhmad Sahal. Namun, banyak juga yang menyangkalnya. Bahwa alasan itu tidak relevan dengan kasus yang terjadi di hotel Novita Jambi. Pasalnya, sebelum kasus tersebut orang Kristen di Jambi tidak menggunakan Allah dalam bahasa Arab.






“@sahaL_AS owwhhh yang di Arab, kalo Kristen Jambi gimana dong?,” kata @Erkitakita yang hingga berita ini dimuat tidak ditanggapi oleh Akhmad Sahal.

“@sahaL_AS kalo Kristen Jambi pake Arab juga?,” kata @PipitAnderiyani, juga tidak mendapat tanggapan.

“@sahaL_AS loh jangan disamain Kristen Jambi sama Arab. Di Arab memang semua makek tulisan Arab, ini gak pernah2nya Kristen yang di Jambi makek tulisan Arab,” kata @Saktii7.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Jambi dihebohkan dengan adanya Miniatur pohon natal di hotel Novita, Jumat (23/12/2016). Pasalnya, di bawah pohon natal itu ditulisi lafaz Allah dari butiran hiasan. Warga memprotes karena tidak sepantasnya ada lafaz Allah dalam hiasan natal. Apalagi jika diletakkan di bawah, yang bisa menyinggung umat Islam. (Baca: Lafaz Allah Dituliskan di Bawah Pohon Natal, Pengunjung Hotel Heboh)

Menurut pengunjung, tulisan lafaz Allah itu telah ada sejak sore.

Tidak menunggu lama, Walikota Jambi H Sy Fasha menggelar rapat Forkopinda, malam itu juga. Akhirnya disepakati keputusan untuk menutup hotel Novita. (Baca: Tegas! Walikota Jambi Tutup Hotel Novita terkait Penistaan Lafaz Allah di Pohon Natal)

Usai rapat, Fasha langsung mendatangi lokasi dan menutup sendiri hotel tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






13 komentar:

  1. Kalian jelas2 memulai kericuhan public.. kalo menurut saya tanggung ditutup.. bakar sekalian kalo ingin memecah belah bangsa.. udah jelas miniatur kaki lagi di pake.. tempat public yang mencermin kan keberanian untuk memecahbelah dan mengadu domba ummat

    BalasHapus
  2. Allah milik smua? Kalau mmg Tuhan Nasrani adalah Allah, Lantas mngapa tidak di agungkan, justru dijadikan pijakan. Na'udzubillah..
    Lankah pmerintah jambi sudah tepat.

    BalasHapus
  3. lucu si sahal nih..katanya arab...emng org arab pke bahasa indonesia...goblok dipelihara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia(sahal)namanya aja berbau Arab,tapi dia Syiah kaknatullah,bagian pemecah Islam Indonesia.

      Hapus
  4. itulah orang munafik,katanya anti arab... islam kita harus seperti islamnya orang indonesia jangan seperti orang arab,tapi giliran kepepet bawa2 Kristen Arab.. dasar Munafiq

    BalasHapus
  5. Kenapa gak pkai kata yesus saja, kan tuhan nya org kristen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul,kenapa bukan tulisan Yesus dibawah kaki,kenapa harus Allah.Jadi Memang maksudnya Untuk melecehkan.Bakar saja Hotel nya.

      Hapus
    2. Nah betul,kenapa bukan tulisan Yesus dibawah kaki,kenapa harus Allah.Jadi Memang maksudnya Untuk melecehkan.Bakar saja Hotel nya.

      Hapus
  6. Dasar Sahal anti Islam dan anti Arab, namun demi membela kafir, biar jilat ludah sendiri dan berani tarok otak di dengkul.

    BalasHapus
  7. sahal jelas pki, kayaknya umat minoritas sdh mulai berani coba2 tes kesabaran umat mayoritas. Saya sarankan yg minoritas tlg jaga toleransi yg baik, kita mayoritas sdh cukup bersabar, jgn sampe menyesal klo anda sdh kelewat batas, kami muslim ngak takut mati.

    BalasHapus
  8. Otak d taro tuh d kepala bkn d dengkul.. mna ada orang arab yg nulis pke bahasa indonesia.. allah milik semua umat??? Halooww klo memang milik semua umat knpa kg di agungkan ,ga d sanjung??? Bener2 ini mulai pda berani bertingkah.. TENGGELAM KAN!!!!!!!

    BalasHapus
  9. Allah itu cuma nama gelar doang cuy..

    Mari kita buktikan dari sumber yang bisa dipercaya mengenai arti kata “ALLAH" :

    Perkataan dewa atau zat yang disembah oleh manusia dalam bahasa Arab disebut “ilah”. Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata “Allah”. Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (dewa) sehingga berarti “SANG DEWA”. (Sumber : Wikipedia)

    Penjelasan “ilah”:

    Ilah atau Ma’bud sering juga diartikan sebagai “tuhan”, namun sebenarnya arti Ilah adalah “SEGALA SESUATU YANG DIABDI, DITAATI, ATAU DISEMBAH” Ilah bisa berupa manusia, BARANG, kesenangan atau hal-hal yang mendatangkan kesenangan maupun ketenangan, jadi arti Ilah TIDAK BISA DISAMAKAN DENGAN “tuhan”.
    (Sumber: Wikipedia)

    Berdasarkan penjelasan Wikipedia, maka kata “ALLAH” berasal dari gabungan kata:

    Al artinya Sang

    +

    Ilah artinya Segala sesuatu yang diabdi, ditaati dan disembah

    Kata “Allah” yang tercantum adalah title atau sebutan atau gelar. Seperti bila kita menyebut seseorang dengan “Tuan”, “Nyonya”, “Ibu”, “Bapak”.

    BalasHapus
  10. Lo pd punya pikiran cerdas dikit napa ?? Islam punya nabi muhamamad s.a.w, kristen punya yesus. tetap aja tuhan nya satu yaitu ALLAH. kalau kristen d indonesia gk boleh tulis allah dlm bahasa arab, islam d indonesia jg gk usah tulis allah pake bahasa arab. selesai kann ... sorry kalau ada kata" yg salah. NKRI harga mati .. say no too onta arab ...

    BalasHapus