Recent Posts

Mengejutkan, Ini Tanggapan Cak Nun Soal Pidato Megawati tentang Akhirat

1.26.2017
Cak Nun - Megawati




Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) memberikan tanggapan mengejutkan soal pidato Megawati beberapa waktu lalu yang menyindir ideologi tertutup dengan ciri "meramalkan" akhirat padahal belum pernah melihatnya.

“Nah, kalau kemarin Bu Mega pidato di ulang tahun PDIP yang mengatakan banyak teman-teman dari ideologi tertutup itu yang mengklaim tentang masa depan yang notabene mereka belum pernah mengalaminya. O.. dadi kudu ngalami sik akhirat kaet kondho nang dunyo ngunu... ubeng-ubengan la’an rek,” kata Cak Nun disambut tawa hadirin.

Kalimat berbahasa Jawa yang dikatakan Cak Nun itu kurang lebih artinya: O... jadi harus mengalami akhirat dulu baru memberitahu ke dunia... muter-muter dong.

Menurut Cak Nun, orang yang berpemahaman demikian secara resmi adalah kafir.

“Kalau resminya ini kafir lho, kalau resminya. Kalau resminya orang yang tidak percaya kepada akhirat itu sebenarnya logis bahwa dia juga tidak percaya kepada Allah. Kan itu,” lanjut Cak Nun.

Namun, menurut budayawan kelahiran 27 Mei 1953 itu, Megawati hanya tidak tahu. Dan orang yang tidak mengerti, ia tidak salah.

“Itu nek ukuran resmi syar’i-nya kafir. Tapi saya tidak akan menyebutnya kafir. Gak ngerti, me’an. Wong gak ngerti yo gak salah,” kata Cak Nun, kembali disambut tawa hadirin.






Tanggapan Cak Nun itu disampaikan di majelis Padhangmbulan di Surabaya dan dapat disimak di video yang diunggah di Youtube pada Ahad (22/1/2017) lalu.

Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidatonya pada peringatan HUT ke-44 PDIP di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017). Pidato Ketua Umum PDIP itu sempat heboh di media sosial dan mengundang tanggapan sejumlah tokoh karena beberapa hal. Di antaranya adalah terkait kalimat “kalau kamu mau menjadi orang Islam, jangan jadi orang Arab” (baca: Heboh Pidato Megawati “Kalau Mau Jadi Orang Islam, Jangan Jadi Orang Arab”)









13 komentar:

  1. Mantap sekali......coooocokkk....Allahu Akbar.....hidup cak nun....

    BalasHapus
  2. Agama hanya bisa dipercaya dengan keimanan bukan dengan pengetahuan "ILMU AGAMA" yang banyak. Ilmu bisa juga hanya utuk ilmu. Karena semua agama itu gaib "Al Baqarah". Ada hal2 yg rasional atau tidak rasional. Seorang yg belajar study Islam atau seorang doktor dlm agama Islam terutama di barat tidak otomatis jadi muslim. Saya pernah punya teman kerja orang Kanada, dia tergila2 sama nahu sorof, bahasa Arab dan Ilmu2 Islam tapi dia bilang saya “Kafir”. Jadi bagi diab belajar agama hanya merupakan Hobbi. Agama sebenarnya Hidayah dari Alloh.

    BalasHapus
  3. Wong gak ngerti yo gak salah
    antara ga tau atau ga mau belajar atau sengaja menghindar ketika ada yg ngajarin ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hajjah loh beliau....... Tapi Ko Gitu sieh....

      Hapus
  4. Ooo ngono to supoyo ngerti kudu ngalami sik....wah repot yen ngono...coba yen ora percoyo aliran listrik bisa menyengat...terus di rasakke sik.....

    BalasHapus
  5. Bukan di Surabaya, di Jombang. Ini resminya hoax, tp ya karena nggak tahu, y gpp lah.

    BalasHapus
  6. Harus bnyak mendekatkan diri dgn ulama....
    Jangn bisanya cuma memusuhi

    BalasHapus
  7. Harus bnyak mendekatkan diri dgn ulama....
    Jangn bisanya cuma memusuhi

    BalasHapus