Recent Posts

Menggetarkan! Pidato Jenderal Nasution Saat Pelepasan Jenazah Pahlawan Revolusi Korban Kebiadaban PKI

1.30.2017
Pidato Jenderal Nasution




Sebuah video pidato Jenderal Nasution menjadi viral. Pidato saat pelepasan jenazah pahlawan revolusi korban kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI) itu juga menggetarkan banyak netizen yang menontonnya. Terlebih saat Jenderal Nasution mengingatkan tentang iman dalam menghadapi fitnah komunis.

Jenderal Nasution mengawali pidatonya dengan membaca basmalah.

“Para prajurit sekalian, kawan-kawan sekalian, terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang melepaskan. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Hari ini, hari angkatan bersenjata kita, yang selalu gemilang tapi yang kali ini hari yang dihinakan oleh fitnahan, dihinakan oleh khianatan, dihinakan oleh penganiayaan. Tetapi, hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita dengan tekad kita, dengan nama Allah yang Mahakuasa bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan,” kata Jenderal Nasution.






Di bagian akhir, Jenderal Nasution mengingatkan bahwa Allah adalah panglima tertinggi dan Dialah yang akan memenangkan kebenaran.

“Rekan-rekan, adik-adik saya sekalian, saya sekarang sebagai yang tertua dalam TNI yang tinggal bersama lainnya akan meneruskan perjuangan kamu. Membela kehormatan kamu. Menghadaplah sebagai pahlawan. Pahlawan dalam hati kami seluruh TNI. Sebagai pahlawan menghadaplah kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena akhirnya Dialah panglima kita yang paling tertinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu. Juga atas diri kita semua. Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin bahwa yang benar akan tetap menang. Dan yang tidak benar akan tetap hancur,” kata Jenderal Nasution dengan nada tercekat, menggambarkan duka berat kehilangan para pahlawan revolusi.

Jenderal Nasution juga menandaskan pola komunis yang mendahului pembantaiannya dengan melancarkan fitnah-fitnah terlebih dahulu.






“Fitnah. Fitnah berkali-kali. Fitnah lebih jahat dari pembunuhan. Fitnah lebih jahat dari pembunuhan. Kita semua telah difitnah dan saudara-saudara telah dibunuh. Kita diperlakukan demikian. Tapi jangan kita, tapi jangan kita dendam hati. Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, iman kepada-Nya, meneguhkan kita. Karena Dia perintahkan. Kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran,” tandasnya.

Sejumlah pengguna Youtube mengaku teriris menonton video tersebut.

“Melihat dan mendengar pidatonya hati saya pilu dan teriris.. marilah kita merapatkan barisan bersatu bersama para ulama.... waktunya kita bangkit.... Allahu akbar,” kata Bunda Pebry mengomentari video yang diunggah akun Aksi Bela Islam III tersebut.

“Mari kita kenang para pahlawa yang telah berjuang demi negeri ini mari kita bangkit bersama para ulama demi negri ini,” kata Muhammad Mas’ud.

“Sakit melihatnya.. yaa Allah jangan biarkan PKI menguasai negara ini,” kata Badriyah.








1 komentar:

  1. suara jendral nasution kok mirip jendral gatot ya ... intonasi bicara-nya. semoga jendral gatot dapat lebih bijaksana dan lugas

    BalasHapus