Recent Posts

Memilih Berdasarkan Agama Melawan Konstitusi? Bantahan 3 Tokoh Nasional Ini Bungkam Ahok

2.14.2017
Lukman - Dahnil - HNW




Baru saja diaktifkan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali mengeluarkan pernyataan yang membenturkan agama dan negara. Ahok menyatakan bahwa memilih pemimpin berdasarkan agama melawan konstitusi.

“Jadi karena kalau berdasarkan agama, bapak ibu menjatuhkan pilihannya ya enggak apa-apa saya enggak mau berdebat soal itu. Karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan, jika begitu, Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama,” kata Ahok dalam pidato saat serah terima jabatan dengan Plt Gubernur DKI Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (11/2/2017), seperti dikutip Kumparan.

Sejumlah tokoh nasional pun kemudian membantah pernyataan yang dinilai membahayakan itu.

Menteri Agama Lukman H. Saifuddin


Menteri Agama Lukman H. Saifuddin menegaskan, memilih calon Gubernur berdasar keyakinan agama sama sekali tidak melanggar konstitusi.

“Kita bangsa religius yg menjadikan agama sebagai acuan bersikap. Memilih cagub berdasar keyakinan agama sama sekali tak langgar konstitusi,” tulisnya melalui akun Twitter @lukmansaifuddin, Ahad (12/2/2017).






Twit tersebut segera menjadi viral dengan diretwit 4300 kali, difavoritkan 3020 pengguna Twitter dan mendapatkan 1178 tanggapan.



Wakil Ketua MRR RI Hidayat Nur Wahid


Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa konstitusi yang sah dan legal di NKRI yaitu UUD NRI 1945, jelas tidak melarang apalagi menganggap memililh pemimpin berdasarkan agama sebagai melawan konstitusi.

“Sebab UUD 1945 pasal 29 ayat 2 (yang tak mengalami perubahan) jelas menyebutkan bahwa, ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu’” tandasnya, Ahad (12/2/2017), seperti dikutip Republika.




Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar


Tanggapan lebih tegas disampaikan Ketua Pemuda Muhammdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menilai, orang yang mengatakan “memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi” berarti ia anti-Pancasila sebab sila pertama Pancasila adalah pesan keagamaan.



“Sila Pertama Pancasila adalah Pesan Keagamaan. Dan, itu adala nilai utama kebangsaan kita. Jadi, bila ada yang mengatakan “memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi” terang dia anti-Pancasila, dia anti-NKRI,” tegasnya seperti diretwit akun Twitter resmi PP Pemuda Muhammadiyah, @pppemudamuh, Selasa (13/2/2017). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






8 komentar:

  1. mulut itu kok sampe begitu ya, kata2nya kasar arogan & jauh dari santun, parah sekali, semoga masyarakat semakin jeli dlm memilih, ingat jamban tetaplah jamban meski dikasih keramik pasti ttp bau, jangan sampai salah pilih smg Allah segera mengangkat indonesia dari keterpurukan, aamiin

    BalasHapus
  2. Manusia yang bernama.Ahok ini tidak pernah jera dengan cara bicaranya yg selalu menimbulkan masalah dan menebar racun disekelilingnya, semoga Allah segera menurunkan azab untuk nya, aamiin Ya Rabb

    BalasHapus
  3. Manusia yang bernama.Ahok ini tidak pernah jera dengan cara bicaranya yg selalu menimbulkan masalah dan menebar racun disekelilingnya, semoga Allah segera menurunkan azab untuk nya, aamiin Ya Rabb

    BalasHapus
  4. Lakumdinukumwaliady..
    Bagiku agamaku,bagimu agamamu.
    Menurut dlm kitab suci al-quran org islam dilarang memilih pemimpin non muslim, bagi yg mau dilakan..krna tuhanmu akan menghakimimu.
    Oangkat dan javatan bukanlah ukuran,yg menjadi ukuran adala iman dan aqidah seseorang.

    BalasHapus
  5. Ahok ini kapasitas intelektualnya sangat rendah, tapi sangat pede mengeluarkan pandangan dan pendapat, sehingga setiap pernyataannya selalu menjadi blunder, merusak nalar, sungguh memalukan..!

    BalasHapus
  6. Masyarakat jakarta yg menentukan siapa gubernur yg mereka anggap amanah, jujur dan pantas memimpin mereka.
    Jika Ahok yg menang maka terimalah..., tp ketahuilah itu adalah tanda tanda kebathilan telah berada diatas kita.
    Kiamat telah dekat dunia sudah semakin tua.

    BalasHapus
  7. Duh!!! Capeknya ngomongin orang bodoh pinter ngomong....
    Itu sebuah ketakutan kalah dlm Pemilihan Gubernur. Semoga yg memilih tak lebih bodoh sj.

    BalasHapus