Recent Posts

Kandidat MBA Ini Bongkar Modus Tempo Framing Syariat Islam Menindas Non Muslim

3.13.2017
Mahdi Bashroni Rizal bongkar modus Tempo
Mahdi Bashroni Rizal bongkar modus Tempo




Tempo kembali berulah. Kali ini terkait dengan syariat Islam di Aceh. Seorang Kandidat MBA di Birmingham Business School membongkar modus tersebut, meskipun Tempo telah berusaha menghapus jejaknya.

Mahdi Bashroni Rizal mengungkapkan bahwa Tempo merilis berita berjudul Pertama Kali, Penganut Buddha di Aceh Dihukum Cambuk. Menurut kandidat MBA di Birmingham Business School tersebut, Tempo hendak mem-framing penindasan dari agama Islam. Padahal di Aceh, hukum cambuk hanya berlaku untuk umat Islam. Sedangkan umat lain bisa memilih apakah hukum penjara atau cambuk.

Berikut ini tulisan lengkap Mahdi:






Serem nda sih cara media ngadu domba? :(

Di Aceh hukum cambuk hanya berlaku untuk umat islam. Tetapi umat lain bisa memilih hukum penjara dan cambuk. Nah ini pelaku nya lebih memilih cambuk daripada penjara, itu hak dia. Daripada dipenjara 4 bulan, cepetan cambuk 9x. Malah enak ada pilihan

Terus ini tempo bikin artikel bawa-bawa agama dan etnis, maksud nya apa coba? Mau framing penindasan dari agama tertentu? Cerita nda lengkap lagi. Media nasional loh

Padahal aslinya rukun-rukun aja tidak ada masalah, kalau ada gesekan sosial, ya media-media gini berperan ngompori. Apalagi media gede yang audiens nya luas.

Sedihnya, kulihat komen dan yang share berita ini banyak yang terprovokasi, pada maki-maki. Sukses tempo, Anda berhasil!

Saran saya, hati-hati membaca artikel yang mengadu domba, bahkan dari media nasional sekalipun. Jauhi media gini.

Utamakan kerukunan aja guys :)

Ps: Setelah postingan ini viral, judul artikel (setelah di klik) di ubah oleh tempo, dan komen2 di artikel dihapus.







Berdasarkan penelusuran Tarbiyah.net, Tempo memang merilis berita berjudul Pertama Kali, Penganut Buddha di Aceh Dihukum Cambuk, Sabtu (11/3/2017). Meskipun Tempo sudah mengubah judul tersebut menjadi Tukang Sabung Ayam Ini di Aceh Dihukum Cambuk dan url-nya juga sudah diubah, namun jejaknya di Google masih ada.
Bukti dari Google

Ketika dishare ke Facebook, yang muncul secara otomatis juga judul lama yakni Pertama Kali, Penganut Buddha di Aceh Dihukum Cambuk. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Bukti dari Facebook








16 komentar:

  1. Serem nggak sih cara media comot status org. Tolong lebih bijak. Apakah sudah ijin org yg bersangkutan? Ini media muslim. Judulnya tarbiyah tapi kok.... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah baca baik2x tulisan diatas? �� janganlah melakukan ad hominem. Focusnya pada berita buka pewarta. Dalam kaidah mencuplik wajib menyertakan credit bagi sumber tulisan (disini ada foto, nama, dan ditulis di paragraf awal)

      Hapus
    2. Lbh serem lgi mmftnah loh.. mdia dakwah mncba mnampis brta2 yang sllu mnyudutkan islam. Wjar bukan?? Ni mslah agama bkan harga diri. Jd klu tdk mw di cubit jgn mncubit.

      Hapus
    3. Media ini mengambil begitu saja foto, nama, status hingga nama instansi tanpa seijin yg punya status dan foto. Saya mendukung media Islam tapi disayangkan jika caranya seperti ini.

      Hapus
    4. Saudara yang takut disebutkan namanya, dalam dunia cuci otak apa yang saudara kemukakan itu namana AD HOMINEM, buat yang lain coba googling AD HOMINEM, dasar tukang cuci otak amatir

      Hapus
  2. kayanya sudah waktunya kita boikot media sekuler...jgn dibaca jgn dibeli korannya...

    BalasHapus
  3. Mending baca Lampu Merah.......

    BalasHapus
  4. Kalau menurut saya, media² itu tidak suka di berlakukan nya hukum syariat islam di aceh
    Nah, makanya mereka membuat berita yg aneh² supaya yang baca merasa bahwa hukum syariat itu kejam. Tujuan nya ada dua 1.dengan membawa agama Buddha di dalam nya otomatis yg beragama budha akan mengutuk dan membenci aceh, islam, dan syariat islam 2.selain agama islam dan bahkan mungkin islam yg tidak memahami hukum syariat akan berkoar2 mengenai HAM,secara tidak sadar kembali lagi ketegangan antar umat beragama di Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempo memang media gudang fitnah & adu domba...!?

      Hapus
  5. Kalau saya sih udah blokir media2 yang tidak berimbang dalam menyajikan informasi dan berita
    Salah satu nya kompas.com, DW(bahasa Indonesia

    Yg sangat di sayangkan sekali kompas.com membuat berita putri raja salman membuka aurat
    Naudzbillah
    Kalau DW (bahasa Indonesia) sering memuat konten yang menyudutkan islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan diblok, kita jadi tidak pernah tahu hoax atau fitnah yang mereka utarakan, cukup baca, kalau terbukti dan tertulis silakan rekam dan share.

      Hapus
    2. Betul pak...media model gini nih jangan di kasih ruang lagi utk masuk ke hati dan pikiran muslim indonesia

      Hapus
  6. Media seperti ini gak usah dibeli ....... umat islam harus tahu jangan beli media tolol !

    BalasHapus
  7. Media .profokasi .tempo dan .sejenisnya yg anti dengan islam .miris para pekerja tinta nya ke banyakan Non faham masalh islam .

    BalasHapus
  8. Tempo telah berhasil dengan fitnahnya, ketika biksu wirathu mengancam akan menyerang Aceh, dan nelayan2 Aceh... Ternyata jelaslah siapa penyebar hoax dan fitnah sesungguhnya?!...

    BalasHapus
  9. Media-media penyebar hoax gak layak lagi dibaca, boikot aja mending...
    Umroh Ramadhan 2017
    Haji ONH Plus 2017

    BalasHapus