Recent Posts

Dijamin Nangis, Sesi Paling Mengharukan Dr Zakir Naik di Indonesia

4.13.2017
Imelda menangis di depan Dr Zakir Naik
Imelda menangis di depan Dr Zakir Naik




Kehadiran Dr Zakir Naik di Indonesia meninggalkan banyak kenangan tak terlupakan. Apalagi bagi para mualaf yang mengikrarkan syahadat di depan dai internasional dan ulama perbandingan agama itu.

Di antara seluruh kenangan Dr Zakir Naik Indonesia, sesi ini adalah sesi paling mengharukan. Menonton videonya bisa membuat menangis.

“Selamat malam Dr Zakir. Nama saya Imelda, saya seorang Katolik,” perempuan itu memulai pertanyaannya kepada Dr Zakir Naik. Isak tangis terdengar sebelum ia melanjutkan kata-kata.

“Sebelumnya saya terima kasih kepada Dr Zakir,” lanjut Imelda sembari terisak.

“Dari kecil saya beragama Katolik. Dua bulan yang lalu saya mendengarkan ceramah Dr Zakir. Dari ceramah Dr Zakir itu membuka hati saya untuk belajar agama Islam. Dan saya tahu, agama Islam sangat indah sekali. Pada saat itu saya berdoa, saya ingin mengucapkan syahadat yang dibimbing oleh Dr Zakir. Dan sepertinya Allah mengabulkan doa saya.”






“Dr Zakir bisa ke sini dan saya ke sini pun berkat seorang teman yang saya sama sekali tidak kenal. Dia yang membantu saya mendapatkan tiket untuk mengikuti ceramah Dr Zakir,” lanjut Imelda masih dengan terisak. Tampak Dr Zakir pun terharu.

Sebelum bersyahadat, Imelda bertanya untuk menguatkan keyakinannya. Yakni, nanti ketika sudah masuk Islam, bagaimana hubungannya dengan sang ibu yang masih Katolik dan tiap tahun ada baptis.

Setelah mendengar jawaban dari Dr Zakir Naik, Imelda pun bersyahadat.








1 komentar:

  1. wahh luar biasa sekali Imelda ini. saya juga mualaf . tapi nggak sensasional srperti anda. apa yg bikin anda menangis. Karena anda dari kristen katolik pindahnya agama tidak berdampak apapun terhadap anda. lain halnya jika anda dari Islam pindah ke kristen atau agama lain ...nah anda. boleh nangis 3 hari 3 malam. karena anda menjadi murtad dan DARAH ANDA MENJADI HALAL . nggak percaya cari aja si Al Qur'an.Saya juga mualaf jadi saya tau lah kwalitas mualaf, apa motivasi mereka pindah agama.

    BalasHapus