Recent Posts

Hina Gubernur NTB “Dasar Pribumi, Tiko!” Akhirnya Pemuda Ini Minta Maaf Agar Tak Diproses Hukum

4.14.2017
Surat pernyataan permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo
Surat pernyataan permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo




Seorang pemuda bernama Steven Hadisurya Sulistyo akhirnya meminta maaf dengan surat pernyataan bermaterai setelah mengeluarkan kata-kata rasis kepada pribumi. Tidak tanggung-tanggung, pribumi yang dicaci adalah Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Gubernur yang hafal Al Qur’an dan berprestasi itu dihina dengan kata-kata rasis “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Tuan Guru Bajang memutuskan untuk mengadukan penghinaan tersebut setelah mengetahui bahwa arti “Tiko” ternyata seperti itu.

“Rupanya mereka punya sebutan yang sangat merendahkan pribumi,” kata Tuan Guru Bajang seperti dikutip Wesal TV, Kamis (13/4/2017) malam.






Penghinaan itu dilontarkan beberapa waktu lalu ketika Tuan Guru Bajang dan istrinya sedang mengantre di Bandara Changi, Singapura. Steven yang ingin didulukan mancaci Tuan Guru Bajang hingga Gubernur NTB itu mengalah ke antrean belakang. Namun, Steven terus mencacinya dengan ucapan-ucapan rasis tersebut.

Setelah diadukan kepada pihak yang berwenang, Steven kemudian membuat surat permintaan maaf bermaterai.

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak TGH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI dan Istri Hj ERICA ZAINUL MAJDI untuk tidak menempuh proses hukum serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas yaitu: “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar pribumi, Tiko!”, pada saat terjadi kesalah pahaman saat bersama-sama antri untuk check in di depan Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapore pada hari Minggu 09 April 2017 sekira pukul 14:30 waktu Singapore,” tulis steven dalam Surat Pernyataan Permohonan Maaf bermaterai 6000. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






25 komentar:

  1. Mashaa Allah! Smoga bertambah kemuliaanmu TGH. Bajang! Tiang ndek rela!!!

    BalasHapus
  2. Mashaa Allah! Smoga bertambah kemuliaanmu TGH. Bajang! Tiang ndek rela!!!

    BalasHapus
  3. Enaknya jaman sekarang, udah ngehina tinggal minta maaf , selesai ,,, besok ngulangi atau orang lain yg ngelakuin , tinggal minta maaf selesai ,,, enak ya ,,, mau sampai kapan ??????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penghinaan tsb bukan hanya ke pribadi, tetapi juga ke bangsa ini. Seharusnya selesai pilkada dki, cina tsb harus diproses Polri, karena Presiden, Panglima TNI Kapolri juga pribumi.

      Hapus
  4. Memaafkan tetap, tp proses hukum harus terus berjalan.

    BalasHapus
  5. Biasanya refleks mencerminkan isi kepala hati sebenarnya. Ini seperti bara dalam sekam. Suatu saat pasti akan tumpah ruah. Umumnya mereka memang tidak bisa seperti kita yg menjunjung tinggi sopan santun. Karena mereka cuman numpang cari makan disini, buat persiapan kehidupan selanjutnya. Kalau ada yang tahu tempat tinggal orang ini, tolong di share!

    BalasHapus
    Balasan
    1. lu mau apa kalau tau alamat rumah tuh orang? mau jagoan kesiangan lu?

      Hapus
    2. Taman kedoya baru blok f2 no 15 kbnjeruk jkt barat

      Hapus
    3. Dalam sejarah perjuangan RI, mereka emang selalu mendompeng Penjajah. Dan bisa saja itu terus berlanjut sampai sekarang.
      "makan dan mencari hidup di bumi pertiwi, tapi mencaci pribumi"

      Hapus
  6. Sayang sekali, harusnya diproses... Karena mau minta maafpun bukan karena menyesali kesalahannya, melainkan cuma karena takut diproses hukum. Dibelakang dia pasti ketawa-ketawa & makin memperolek pribumi

    BalasHapus
  7. Anjing itu china bangsat.. TGB saya dihina gue gk rela anjing china bangsat.. Gara2 kasus yg dijakarta..

    BalasHapus
  8. Sebaiknya tetap di maafkan, namun proses hukum tetap berjalan, karena itu sudah rasis dan menghina bangsa Indonesia keseluruhan, kasihan China2 yang lain yang santun bahkan China Muslim , yang tidak tahu menahu malah kena getahnya

    BalasHapus
  9. Udah ganyak aja tu cina habisin

    BalasHapus
  10. Habisin tu cina biar g seenaknya tu mulut

    BalasHapus
  11. penasaran gue ama si steven nih... tolong yang punya fotonya saya minta dong..

    BalasHapus
  12. Anjing cina ini sudah menunjukkan sifat aslinya bagaimana etnis cina itu sesungguhnya. Kata Maaf cuma sebatas. dimulut. Pulang kerumah sambil tertawa terbahak2 plus caci maki dgn ucapan oh cuma gini pribumi cukup ditipu dgn maaf. Di mexico gudangnya mafia narkoba yg mayoritas katolik orang seperti steven sudah dipenggal lalu kepalanya dipajang dirumahnya.

    BalasHapus
  13. sebenarnya justru dengan memaafkan si pemuda itu kita rakyat indonesia telah membuktikan kepada dia bahwasanya kita memang TIKO(tikus kotor)"enak banget melecehkan orang indonesia, masalah selesai cuma modal surat materai 6000" seharusnya masalah ini dibawa ke jalur hukum. seharusnya gubernur sadar ketika pemuda itu menghina beliau yg dihina bukan beliau saja tapi rakyat NTB yg beliau pimpin. pemuda itu kan tidak menyebutkan nama beliau tapi menyebut "indonesia TIKO"

    BalasHapus
  14. Ya Allah tega bangett...TGB dihina..gak rela sy dengar,,,Allah akan membalas tu anak yg gak punya pikiran.

    BalasHapus
  15. kalau saya menghina orang cina dengan kata kata kotor lalu minta maaf pake surat bermaterai berarti saya tidak akan di proses oleh polisi ? kalau begitu kita hina aja orang orang cina lalu kita bikin surat minta maaf pasti dimaafkan

    BalasHapus
  16. Hai saudaraku orang keturunan ( cina) kenapa kalian begitu betah di negeri Melayu ini???

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena menurut mereka, orang indo mudah ditipu. aaya pernah tanya toke di daerah saya, soal mana enak hidup di sini dari pada di Singapore, dia jawab : "enak di sini lah.. kalau di singapore kita jual barang, tapi di sini kita jual ORANG!

      Hapus
  17. apa kalian sebagai penghuni tetap indonesia tercinta ini terima dengan kata- kata seteven itu..?
    memang tuan guru bajang sangat penyabar,,,
    tapi kami sebagai pengikut tuan guru bajang dan tuan guru bajang adalah otak kami,,sy sangat kecewa sekali dengan kata-kata setevent itu,,semoga ia diberi hukuman seberat-berat mungkin agar kami puas,,klok tidak di hukum semoga setevent bisa kelombok agar kami yang dari lombok menghukumnya,,
    memang kami dari lombok tidak sesabar tuan guru bajang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah si mata sipit, sdh hidup numpang dinegeri orang bacot lgi.

      Hapus
  18. apa kalian sebagai penghuni tetap indonesia tercinta ini terima dengan kata- kata seteven itu..?
    memang tuan guru bajang sangat penyabar,,,
    tapi kami sebagai pengikut tuan guru bajang dan tuan guru bajang adalah otak kami,,sy sangat kecewa sekali dengan kata-kata setevent itu,,semoga ia diberi hukuman seberat-berat mungkin agar kami puas,,klok tidak di hukum semoga setevent bisa kelombok agar kami yang dari lombok menghukumnya,,
    memang kami dari lombok tidak sesabar tuan guru bajang

    BalasHapus
  19. Ini sama saja seperti kita dilempar batu seseorang lalu di meminta maaf dan kemudian orang itu pergi sambil tertawa..

    BalasHapus