Recent Posts

Pertanyaan “Kelas Berat” Terjawab Dr Zakir Naik, Wanita Ini Masuk Islam

4.09.2017
Femi masuk Islam setelah pertanyaannya terjawab Dr Zakir Naik
Femi masuk Islam setelah pertanyaannya terjawab Dr Zakir Naik 




Salah satu pertanyaan misionaris untuk membingungkan dan memurtadkan umat adalah dengan mengutip Surat Az Zukhruf ayat 61 kemudian menafsirkannya sendiri. Hal itu pernah diceramahkan oleh Pendeta Junaedi . (Baca: Video Bukti, Pendeta Junaedi Palsukan Surat Az Zukhruf ayat 61)

Rupanya, pertanyaan “kelas berat” ini pula yang ditanyakan oleh salah seorang peserta di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam.

“Namaku Femi, aku seorang Kristen. Pertanyaan saya ada dalam Al Qur’an surat Az Zukhruf ayat 61” kata wanita itu.

Dengan terbata-bata, ia pun membunyikan ayat itu.

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

“Dan sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (QS. Az Zukhruf: 61)

Femi kemudian juga membacakan Surat Al Fatihah ayat 6:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al Fatihah: 6)






“Pertanyaanku adalah, siapakah yang dimaksud jalan yang lurus?” Femi mengakhiri pertanyaannya.

Para misionaris seperti Pendeta Junaidi menggunakan dua ayat ini untuk mengecoh orang bahwa yang dimaksud dengan shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Yesus. Sebab menurutnya, Yesus disebutkan sebagai jalan yang lurus pada Surat Az Zukhruf ayat 61. Sehingga, menurut Junaedi, jika seseorang minta ditunjuki jalan yang lurus sebenarnya jalan yang lurus itu adalah Yesus. Padahal, yang dimaksud jalan yang lurus dalam Az Zukhruf bukanlah Isa, karena memakai kata “hadza”. Jika yang dimaksud Isa, maka dhamirnya adalah “huwa.”

Menjawab pertanyaan Femi, Dr Zakir Naik menjelaskan bahwa maksud “wa innahu la’ilmu lis saa’ah” adalah Isa menjadi tanda hari kiamat, karena Isa masih hidup dan nanti akan diturunkan kembali ke dunia. Turunnya Isa adalah salah satu tanda hari kiamat.

Lalu tentang arti shirathal mustaqim, Dr Zakir Naik mengambil mushaf.

“Inilah shirathal mustaqim. Shirathal mustaqim adalah Al Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al Fatihah ayat 6. Dan Al Fatihah adalah induk Al Qur’an. Surat kedua Al Baqarah sampai surat ke-114 An Nas merupakan penjabaran dari shirathal mustaqim,” terang Dr Zakir Naik.

Di luar dugaan, ternyata Femi puas dengan jawaban Dr Zakir Naik bahwa shirathal mustaqim adalah Al Qur’an.




“Saudariku, apakah engkau mau mengikuti shirathal mustaqim?”

“Tentu, aku mau mengikutinya”

“Saudariku, apakah engkau percaya bahwa hanya ada satu Tuhan?”

“Tentu”

“Apakah engkau percaya bahwa Isa adalah utusan Allah?”

“Aku pikir Isa adalah utusan,” jawab Femi disambut ucapan masya Allah dari Dr Zakir Naik dan tepuk tangan meriah dari penonton.

“Saudariku, apakah engkau percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah?”

“Ya, aku percaya”

“Berarti Anda telah siap menjadi muslim sebab muslim itu percaya bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Femi kemudian mengatakan bahwa dirinya yakin Yesus adalah Nabi bukan Tuhan karena ia membaca Alkitab yang menyebut demikian. Lalu Dr Zakir Naik menambahkan ayat-ayat lain dalam Alkitab yang menguatkan bahwa Isa adalah Nabi dan Nabi terkahir adalah Nabi Muhammad.

Setelah itu, Femi pun mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing Dr Zakir Naik. Dan takbir pun menggema di Stadion Patriot. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







16 komentar:

  1. Al hamdulillah ..... maha benar Allah dg segala firmannya .... semuga sll mendapat perlindungan dari Allah SWT....Aamiiinnn yarobbal Alamin....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Masya allah...allahuakbar

    BalasHapus
  4. subhanallah...satu lagi mendapatkan Hidayah Allah swt...

    BalasHapus
  5. Al-Qur'an adalah salah satu mukjizat yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Allahu akbar!

    BalasHapus
  6. Akhamdulillah dg kdtngan'a Doktor Naik ke Indonesia bnyk membuat non muslim mendpat hidayahNYA dg penjabaran dr Doktor Naik yg jlas & gamblang sehingga mejadikan non muslim sadar & terbuka mata hati'a & bersedian bersyahadat menjadi mu'alaf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun minat dengan Islam... tetapi melihat layanan yang berat sebelah dan tidak adil orang Islam terhadap bukan Islam... saya menjauhkan agama itu.

      Hapus
  7. Kalau dibaca secara seksama dalam surat Az Zukhruf: 61, yang berfirman (atau berbicara itu adalah Allah, yg menceritakan tentang nabi Isa). Serta kata" ikutilah Aku, Aku yg dimaksud adalah Allah.
    Mengacu pada Al Fatihah: 6 Dr. Zakir menyebutkan bahwa Al Qur'an pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
    Karena memang benar, semua jawaban itu ada dalam Al Qur'an. Keterangan dalam Az Zukhruf: 61 dijawab atau diyakinkan...
    Dalam surat Yaasin: 61
    "Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus".

    Makanya kita jangan mau disesatkan oleh akal busuk syetan yang menjerumuskan.

    BalasHapus
  8. jika Allah berkehendak itu semua pasti terjadi

    BalasHapus
  9. Zakir naik kok gak tanyak ke saya aja begini apa kamu bersedia mengatakan dua kalimat syahadat. Maka akan aku jawab. TIDAK

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Agus eko : gimana mau tanya, wong kamunya gak datang? :v

      Hapus
  10. Ingin tahu agama seperti apa belajarlah dari kitab sucinya bukan dari pemeluk agamanya.. Tidak ada satupun agama yang akan menjerumuskan umatnya..

    BalasHapus
  11. Cool, great job Dude..
    Salut gw ada orang di luar sana yg mampu dan memiliki skill buat merekrut/membuat org lain jadi sejalan dgnnya. Gw cukup kagum dgn kehebatannya, kecerdasannya, bahkan bisa dibilang kejeniusannya.
    But one things bro..
    Klo dilihat dari debat2nya dan dikutip dari kata2nya yg intinya buat satu bukti yg kongkret bahwa jalan yg ia lalui itu salah maka seketika itu juga ia pindah, gw menyimpulkan bahwa..
    Ada satu hal yg dia gk punya dari gw..
    Yaitu...
    "LOYALITAS"
    Klo gw, apapun yg terjadi apapun resikonya. Walaupun itu gk logis dan gk masuk akal tapi gw dah percaya yaudah percaya aja. Karena satu hal yg gw yakini bahwa gk semuanya bisa dijelaskan dengan LOGIKA.
    Kalau kalian bilang "klo mau mikir, ujung-ujungnya masuk akal lah"
    Come on dude..
    Klo gitu bagaimana kalian menjelaskan tentang :
    -Rasa sayang/cinta
    -Sense of art
    -Fear
    Dll.
    Yg menurutlu bagus blom tentu menurut gw bagus. Lu mau ngotot kayak gimana juga, klo gw gk suka ya gk suka. Klo gw gk takut ya gk takut. Begitu juga sebaliknya. Apa itu bisa dijelaskan pake logika?
    Intinya sih sebenarnya be your Self.
    Mau percaya ya percaya
    Mau sejalan ya sejalan
    Mau ini ya ini
    Mau itu ya itu
    Dunia ini kan bebas, hanya pengaturannya aja yg mengikat.
    Tapi pokoknya yg gw tau dari Dr. Zakir Naik ya dari gw yg kurang di dia ya LOYALITAS.
    Klo lu bilang "lu sekarang begini ntar di akhirat baru tau lu" Ok.. it's fine. I'll take my risk. Itu masalah belakangan, tapi sebelum gw mati, ya gw percaya apa yg gw percaya tanpa syarat.
    Take what do you want to take. be happy with it if you enjoy it. Share with each other if you Will. But.. don't get mad if they Will hate it. Even you do it for them beside you.

    BalasHapus