Recent Posts

Tuan Guru Bajang Dihina, Nahdlatul Wathan Akan Gelar Aksi Damai 10.000 Massa

4.14.2017
Tak Terima TGB Dihina, Hari Ini Warga NTB Akan Nyatakan Sikap di Islamic Center
ilustrasi (suaranw.com)




Meskipun Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sudah memaafkan Steven yang menghinanya, warga NTB tidak terima gubernurnya –yang juga seorang ulama- dihina.

Pertemuan Pengurus Nahdlatul Wathan (NW) dan Badan Otonom menyepakati akan menggelar aksi damai “Indonesia Bebas Rasis” dengan target 10.000 massa.

Aksi tersebut akan digelar Senin (17/4/2017) dengan titik kumpul di Islamic Center atau di Lapangan Umum Sangkareang Mataram mulai jam 13.00 WITA.

Dalam pertemuan dengan Pengurus NW, Jumat (14/4/2017) pagi tadi, seluruh Badan Otonom hadir. Antara lain HIMMAH NW, IPNW, SATGAS HAMZANWADI, PEMUDA NW, dan lain-lain.

Selain menggelar aksi damai, NW juga akan menempuh jalur hukum agar penghinaan rasis semcam itu tidak terulang.






“Kami akan tetap menumpuh jalur hukum kemudian tetap melakukan aksi damai, bahkan itu menjadi harga mati,” kata Sekjen HIMMAH seperti dikutip SuaraNW.

Seperti diberitakan sebelumnya, Steven melontarkan penghinaan kepada TGB dengan sebutan “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Penghinaan itu dilontarkan Steven di Bandara Changi, Singapura. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, TGB berniat melaporkan Steven karena ucapannya sangat merendahkan pribumi. Namun Steven minta tidak diproses hukum. Pemuda keturunan Tionghoa itu menuliskan surat pernyataan permohonan maaf bermaterai. (Baca: Hina Gubernur NTB “Dasar Pribumi, Tiko!” Akhirnya Pemuda Ini Minta Maaf Agar Tak Diproses Hukum)

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak TGH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI dan Istri Hj ERICA ZAINUL MAJDI untuk tidak menempuh proses hukum serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas yaitu: “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar pribumi, Tiko!”, pada saat terjadi kesalah pahaman saat bersama-sama antri untuk check in di depan Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapore pada hari Minggu 09 April 2017 sekira pukul 14:30 waktu Singapore,” tulis Steven. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






1 komentar:

  1. enak aja ga diproses hukum....orang tuanya niy di ajar, didik tuh anak lo...gubernur aja di bilang babi gimana yg lebih rendah atau masy biasa...

    BalasHapus