Recent Posts

Agama Warisan? Ini Jawaban dari Aa Gym

6.02.2017
Afi - Aa Gym




Tulisan Afi Nihaya Faradisa berjudul “Warisan” sempat menghebohkan publik sekitar dua pekan. Dalam tulisan yang menjadi viral itu, Afi menyebut bahwa agamanya adalah warisan karena kebetulan ia lahir dari keluarga muslim. Tidak sedikit orang yang sependapat dengan argumen itu.

“Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan,” tulisnya.

Di media sosial, beredar jawaban berupa penjelasan dari KH Abdullah Gymastiar bahwa agama bukanlah warisan. Meskipun seseorang tidak bisa memilih dari mana ia lahir dan di keluarga mana ia dibesarkan, ia dianugerahi akal oleh Allah untuk berpikir. Ketika sudah baligh atau dewasa, ia bisa mempelajari dan memilih agama yang dipeluknya.

Berikut ini tulisan lengkap yang beredar di media sosial tersebut:

==============================================
Betul memang, bukan kemauan kita lahir dalam keadaan bagaimana, di mana, dari rahim siapa, dari suku apa, itu semua Allah yang menentukan. Tapi setiap manusia yang lahir, Allah sempurnakan ciptaan-Nya dengan memberikan akal dan pikiran sebagai pembeda kita dengan makhluk Allah lainnya. Dari akal dan pikiran inilah manusia diperintahkan Allah azza wajalla untuk berikhtiar mencari kebenaran dan ilmu melalui tuntunan Al Quran dan Sunnah.

Ada empat golongan manusia yang tertulis di Lauh Mahfudz:
1. Lahir Islam, Mati Islam (orang beriman)
2. Lahir Islam, Mati kafir (orang murtad dan musyrik)
3. Lahir Kafir, Mati Islam (Muallaf yg istiqomah dan mendapat hidayah Allah)
4. Lahir Kafir, Mati Kafir (Kafir yang tidak berikhtiar mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh dan tidak mendapat hidayah dari Allah Subhaanaa Wata'aala)






Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” [Ali ‘Imran: 83]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]
==============================================

Dalam tulisan berjudul “Warisan” tersebut, Afi yang memiliki nama asli Asa Firda Inayah juga mengatakan bahwa warisan itu nyaris mencerai beraikan negara ini. (Baca: Afi Nihaya Paradisa: Indonesia Nyaris Tercerai Berai karena Meributkan (Agama) Warisan)

“Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial,” imbuhnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






46 komentar:

  1. Subhanallah aagym insyaallah didoakan msk sorga Amin

    BalasHapus
  2. TEMPAT BELANJA ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA HANYA DI VELISHA SHOP ELEKTRONIK. BURUAN BELANJA DAN DAPATKAN PROMO BESAR BESARAN VELISHA SHOP ELEKTRONIK DI BULAN SUCI RAMADHAN 2017. JIKA BERMINAT HUB/SMS: 0856 5604 0504 ATAU KUNJUNGI WEBSITE RESMI KAMI DI
    www.velishashop-elektronik.blogspot.com
    Ready Stock! Apple iPhone 6 Plus 64GB Rp.3.000.000
    Ready Stock! Apple iPhone 5S 32GB Rp.1.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy J7 (2016) SM-J710 Rp.1.200.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A5 A510F (2016) Rp.1.200.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy E5 E500H Rp.500.000
    Ready Stock! Oppo F1 Plus 64GB Rose Gold Rp.1.700.000
    Ready Stock! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB Rp.900.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 5 32GB Gold Rp.2.700.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy S6 32GB Rp.2.400.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy S7 Edge SM-G935-32GB Rp.3.500.000.
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 4 SM-N910H Rp.1.700.000
    Ready Stock! Apple iphone 6S Plus 128GB Rp.2.900.000
    Ready Stock ! Apple iphone SE 64GB Rp.1.700.000
    Ready Stock ! Apple iphone 6S 128GB Rp.2.400.000
    Ready Stock ! Lenovo Vibe K4 Note Rp.500.000
    Ready Stock ! LG Optimus G2 16GB Rp.1.200.000

    BalasHapus
  3. Afi Nihaya Faradisa sok pintar padahal tolol

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh..iya kah seperti itu??? tapi kayaknya gak seperti itu dech

      Hapus
  4. Adek afi hanya pintar berkata kata dgn nalarnya sendiri tanpa dasar ilmu agama yang baik.kasihan orang2 yg terperangkap dgn pemikiran dia. Debat dgn orang macam ini tak akan berujung krn dia pintar berkilah dan bermain kata2, kecuali dia tobat dan mengakui salah. Semog ia tobat dan kembali ke jalan islam.

    BalasHapus
  5. Orang2 seperti ini biasanya malah di blowup oleh media sekuler...sedangkan orang2 yg baik agamanya, berprestasi... Tdk dimuat di media sekuler...

    BalasHapus
  6. Ada 4200 agama di dunia ini. Mengapa kita tdk menganut agama yg tak ada di sekitar kita, yakni yg tak pernah di ajarkan oleh orangtua kita atau oleh warga di lingkungan kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau bikin agama sendiri???..

      Hapus
  7. Lagian juga tulisan dia plagit dari orang

    BalasHapus
  8. Semoga adik kita Afi Nihaya Faradisa mendapat Hidayah dari ALLOH & bertaubat membikin tulisan yg tidak bersumber dari Al-Quran & Al-Hadist. Pengetahuan yg masih dangkal ttg agama mending belajar lg.

    BalasHapus
  9. Andai aa gym lahir dari ibu non muslim, dr lingkungan mon muslim, dr ras yg mayoritas non muslim, sangat mungkin a gym jg skr non muslim. Memang ada kasus orang lahir dari lungkungan muslim lalu pindah sendiri jadi muslim tapi kasus kayak gini hanya satu dua terjadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada , sahabat suami saya lahir dari keluarga non muslim tapi sejak duduk dibangku sekolah dasar dia mantap mejadi muslim yang taat sampai saat ini

      Hapus
    2. Tapi kan kita punya akal. Teman teman saya banyak non muslim. Saya besar dilingkungan yang banyak non muslim. Kami juga sering sharing tentang agama masing-masing, saya juga pernah membaca kitab mereka. Tapi setelah saya membedakan kitab mereka dengan Al-Qur'an, kitab mereka sangat jauh berbanding terbalik. Bahkan saya pernah membaca ayat yang sudah jelas tertulis di kitab mereka yang berisi larangan, tetapi mereka masih melakukannya. Hasil perbandingan saya, Islam memang mengajarkan sesuatu yang lebih masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Dan saya yakin 100% dengan islam. Bukan karena saya terlahir islam. Tapi karena saya sadar bahwa Allah memberikan saya akal sehat untuk berpikir. Banyak kok orang orang orang yang tidak yakin dengan agama yg mereka anut. Kenapa? Karena mereka tidak mencari tahu, tidak berpikir, tidak melakukan perbandingan secara individu. Gunakan akal sehatmu apalagi dalam urusan agama.

      Hapus
  10. Alhamdulillah...saya sangat bersyukur dilahirkan dalam keluarga muslim, dan menganut agama warisan itu. Nikmat terbesar yg harus disyukuri adalah nikmat Islam....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..aku lahir islam..matikan aku istri anak keturunanku dlm islam..jadikan kami khusnul khotimah..

      Hapus
  11. Aku pernah hampir terjebak sama tulisannya afi... sampai pada akhirnya ada seorang sahabat yanh menjelaskan dengan lebih pakai logika tapi berdasarkan agama. Yakni kita punya akal untuk belajar. Ketika lahir di kalangan non muslim, ya..mungkin kita akan jadi orang kafir. Tapi semasa baligh..kita berhak memilih keyakinan bukan karna keluarga ataupun lingkungan. Tapi karna pencarian dan pembelajaran kita sendiri.

    BalasHapus
  12. saat akan di tiup ruh ke dalam rahim ibu, semua bayi membuat perjanjian dg Alloh bahwa dia wajib beriman kpd Alloh. Tp setelah lahir di dunia perjanjian dg Rob nya mereka ingkari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalilnya mana,dalil aqly apa dalil naqly? asal ngomong dosa lo,

      Hapus
    2. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (serayaberfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke Esaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)

      Hapus
  13. Melihat dan mendengar Afy di acara tv..aku jadi bisa merasakan bahwa anak ini ilmu agamanya tak sebesar koarnya..kalau orang yang kurang faham akan agama mungkin bisa terjebak tapi dengan liat acara tv tersebut anak ini cuma pintar ngomomng doang...memang sih bicaranya kayak orang yang tau banyak tentang agama islam..tapi setelah di telaah omongannya malah menyedihkan antara lain mengatakan kita tidak boleh mengatakan kepada orang lain bahwa agama kita yang benar cukup dalam hati dan diyakini saja...lalu bagaimana dengan penyebaran dan siar islam seperti wali terdahulu...jadi bagi saya anak ini bukan merupakan anak pintar tapi lebih kepada penipisan akidah dan keyakinan..dalam islam tidak boleh menyebarkan agama dengan kekerasan dan pemaksaan akan tetapi tetap harus diungkapkan dan disebarkan..ini malah cukup diyakini saja....piye to nduk..kok otakmu nyeleneh dikatakan pintar....waduhhh..kalau begini repot

    BalasHapus
  14. Tidak bermaksud mendukung. Kalau dia (afi) melakukan kesalahan. kenapa kalian malah menghujat, di situ aa GYM juga membenarkan. tapi komentar yang menjelekan bahkan sampai menghina seorang bocah SD seakan mulut nya dan kata2 nya sesuci air zamzam.
    toh dia muslim, dia punya pemikiran yang melenceng. tp malah di hujat. emang kalo di hujat dia dapet hidayah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin itu hidayahnya neng, bnyak di hujat. klo gk di hujat gk berenti afi nya. lagian kata" afi emang salah. masa iya au di dukung?

      Hapus
  15. Kalo ngomong itu gampang Saat baliq bisa memilih sekarang umpama anak aa gym ternyata berjodoh dengan non muslim lalu memilih pindah keyakinan bagaimana??
    90% bisa dikatakan Orang berpindah keyakinan Saat menikah,, mudah kalo cm bilang kalau kita mendidik anak dilingkungan muslim dengan tatacara yg muslim yg Baik pasti tidak Akan terjadi tapi hidup siapa yang tau..
    Saya berhasil meng islamkan suami saya saya belajar menjadi muslim yang Baik tapi tapi sampai Saat ini Baru 10% suami saya bisa dikatakan muslim mungkin karena lingkungan sekarang anak saya jatuh cinta dengan non muslim saya Cuma bisa katakan kepada anak saya Iman itu urusan kamu dengan Allah cm amal kebaikanmu yg Akan membantu kamu diakhirat nanti,,
    Saat ini walau anak2 saya muslim saya ajarkan mereka agama Islam tapi saya cm berpatokan Sama kebaikan saja saya Tarik mereka dari pengajian karena gurunya mengajarkan anak 5 tahun tentang neraka buat non muslim,
    Sedang notabene keluarga saya banyak non muslim mereka menghormati saya,,
    Hanya orang2 yang hidup dalam perbedaan yang bisa memahami saya

    BalasHapus
  16. Sangat beda isi dari afi dan dari abang Gym, Afi menempatkan posisinya sebagai umat manusia yg netral tidak pada posisi suatu golongan atau pun agam. Sementara Gym memposisikan dari satu sudut pandang yaitu agama yg ia peluk. INGAT semua agama mengKLAIM agamanya yg terbaik. selain Islam, mereka juga punya doktrin kalo Agama merekalah yg diberkati Allah-nya... jadi saya lebih setuju pendapat Alfi. Gym cuma numpang tenar doang... untuk menaikan "harga" kotbahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astagfirullah.... Aagym ga perlu numpang tenar, apalagi menaikkan harga khutbah. Beliau sudah berlebih dalam hal materi. Beliau hanya kasihan pada afi yang blm dapat hidayah.

      Hapus
    2. Kalau ada yg mengatakan semua agama benar itu keliru. Tapi jika ada yang mengatakan semua agama mengajarkan kebaikan itu benar.

      Hapus
  17. Jadi kalau AFI meyakini bahwa Islam adalah Rahmatan Lilalamin, bagaimana cara menyebarkan Islam yang baik dan Benar?
    Kalau semua agama benar dan masuk surga, nirwana, faradisa... Tentu semua akan memilih Kristus, karena ritual dan tobatnya gampang.. tinggal pakai kolor, gantung diri di salib = masuk sorga. dosa juga sudah di tebus oleh hantu Jesus tersebut..

    BalasHapus
  18. Aduh susah deh kalo logikanya,....begitu.
    Sama AA Gym yang sudah dewasa dan belajar sedikit agama aja suli memahami maksud nak Afi,.... ya susah deh,dunia aja bisa jadi datar ko.

    BalasHapus
  19. kawas nu hareueuh..geura ngaca

    BalasHapus
  20. kawas nu hareueuh..geura ngaca

    BalasHapus
  21. Mksd afi lbh kpd toleransi tdk blh terlalu fanatik kpd agama sendiri, bung karno pernah bilang,fanatik kpd agama itu jangan, cukup fanatik kpd Allah saja. skrg ini bnyk ustad karbitan yg sudah melangkahi ulama sepuh jebolan mesir dan arab, bahkan kadang melangkahi Allah menghakimi sesama muslim seenaknya dgn jurus tafsir ayat2 atau hadist, sedangkan nabi muhammad sendiri belajar tafsir Laila haillallah aja 13thn lamanya, lah ente siapa...??? bnyk memang mazhab bertebaran, ttp induknya ya Al quran, lalu mau tafsirkan Al Quran seenak wudelmu? mbelgendesss... klo blm faham tafsir Al Quran ya ikuti ajaran Rosulullah ga usah nengok kiri kanan. Bgmn Rosulullah merangkul nonmuslim? bgmn Rosulullah berdakwah? bgmn Rosulullah di fitnah dan di ludahi?bgmn Rosulullah berjihad? tdk blh bunuh anak kecil, org jompo, tawanan perang, rusak tumbuhan, rusak tmpt ibadah lain, dll. itulah yg bikin islam besar di dunia. bgmn dgn ulama sekarang? pikir aja sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Indonesia umat muslim sudah sangat toleran.toleransi mana lagi yg di tuntut.sedangkan agama memang harus fanatik kl ga fanatik gmna kita bisa mengimani agama kita

      Hapus
    2. Kalau tidak fanatik berarti munafik dong?

      Hapus
  22. AGAMA itu warisan????kalau sy tdk setuju dengan pendapat afi... Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi...penjelasannya kemudian kenapa islam tidak disebutkan dalam hadist itu???karena pada dasarnya manusia lahir dalam keadaan islam (fitrah)...orang tuanya cuma merubah atau tidak agama yg telah di berikan oleh ALLAH SWT.

    BalasHapus
  23. Saya sangat bangga menjadi muslim, dan saya sangat yakin dengan mengikuti agama ini saya akan kesurga.
    Tapi saya tinggal di indonesia dimana saya tdk boleh menganggap dan mengatakan di masyarakat bahwa yg tdk seiman dengan saya adalah salah dan keneraka.
    Saya cukup meyakininya dalam hati, dan harusnya setiap warga indonesia juga begitu agar kesatuan tetap terjaga dan tdk ada yang namanya superior dan inferior

    BalasHapus
  24. Jangan lah menghakimi orang lain. Tidak ada yang bisa menjawab Agama mana yang benar. Agama tercipta setelah beberapa masa manusia terlahir ke bumi.
    Setiap orang punya persepsi yang berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, masa tidak bisa membuktikan mana agama yang benar?? Salah satu caranya, telaah sj kitab sucinya, disana sangat banyak bukti yang bisa ditemukan ttg kebenaran suatu agama tertentu, asal dlm membaca tidak disertai dengan tendensi, cobalah saudara ku

      Hapus
  25. Ya jelas lainlah bobot yang dibawakan Ulama ama bocah, kebanyakan logika, mentok tu logika, pinter keblinger, selow , tempatnya salah dan lupa ya naas

    BalasHapus
  26. Kl menurut saya ,setiap org punya gagasan sendiri"dlm menyampaikn ap yg dia rasa dan dia alami,,,,melalui sebuah tulisan.
    Tinggl bagai mn kita menyikapi hal tersebut,,,,
    Yg seharusnya pintar itu si pembaca , ,kl si penulis cm menyampaikan sp yg ada di pikiran,nya dan di apresiasi melalui tulisan...kog hebohhhh,,,kl suka dilihat dan baca kl tdk suka mending diem.
    Semakin kalian menghujat semakin viral , ,,,!!!!.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  28. Warisan itu bukan sesuatu yg tidak bisa dijual. Kalo agama kita dikatakan warisan saya rasa ya tidaklah salah toh kita bisa "menjual" (berganti pilihan) setelah diwarisi.

    BalasHapus
  29. https://m.facebook.com/daru.harti/posts/10154509347021073

    BalasHapus
  30. Dan yang pasti kalo si afi ini lahir di jepang dari pasangn nobita dan suneo bukan afi hinaya nama nya....bisa jadi maria ozawa namanya ����

    BalasHapus
  31. Kasihan anak ini diperbudak oleh tangan-tangan asing. Dia ingin menegaskan bahwa warisan itu nyaris menciderai persatuan, namun ia Lupa (sengaja dibuat lupa oleh inspirator sebenarnya) Bahwa WARISAN itulah yang telah melahirkan INDONESIA

    BalasHapus