Recent Posts

Menyoal Istilah “Ustadz Sunnah” dan “Kajian Sunnah”

6.11.2017
Ustadz Sunnah




Media sosial sedang dihebohkan dengan poster berjudul “Daftar Ustadz Sunnah” dan sejenisnya. Pasalnya, selain istilahnya bermasalah, juga sampai pada tataran ekstrim ketika sebagian netizen bertanya mengapa Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz lainnya tidak masuk dalam daftar, kemudian dijawab yang intinya, Ustadz yang ditanyakan itu tidak masuk kategori Ustadz Sunnah.

Selain istilah "ustadz sunnah", ada pula istilah "kajian sunnah". Pengurus pengajian di sebuah masjid besar pernah terhenyak dengan pertanyaan seseorang ketika mau mengikuti pengajian: "Apakah ini kajian sunnah?"

Arti Sunnah


Dalam istilah Syariat, setidaknya ada dua makna Sunnah.

Pertama, sunnah dalam hukum taklifi. Sunnah di sini artinya adalah sesuatu yang dituntut oleh syara’ agar mukallaf mengerjakannya namun tuntutannya tidak begitu keras. Dengan kata lain, siapa yang mengerjakan akan mendapat pahala namun siapa yang meninggalkan tidak sampai mendapat dosa.

Dalam hukum taklifi ini, selain sunnah ada wajib, haram, makruh dan mubah.

Kedua, sunnah yang berarti "kebiasaan" atau "biasa dilakukan". Secara istilah sunnah adalah jalan yang di tempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya, baik ilmu, keyakinan, ucapan, perbuatan, maupun penetapan.

Lawan dari sunnah ini adalah bid’ah.




Ada Ustadz Sunnah, Ada Ustadz...


Jika demikian, maka istilah “Ustadz Sunnah” dan “Kajian Sunnah” mengacu pada arti yang mana?

Jika mengacu pada hukum taklifi, berarti selain “Ustadz Sunnah” adalah “Ustadz wajib”, “Ustadz haram”, “Ustadz makruh” dan ada “Ustadz mubah.”

Jika mengacu pada istilah kedua, berarti selain “Ustadz Sunnah” adalah “Ustadz bid’ah”. Na’udzubillah. Banyak sekali Ustadz bid’ah? Sebab dalam "daftar ustadz sunnah" itu, hanya segelintir ustadz yang masuk.

Tapi... bukankah dulu di zaman Rasulullah, sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in tidak ada istilah "ustadz sunnah"? Apakah berarti istilah ini juga bid'ah?

Apakah itu diridhai Ustadz yang dicantumkan?


Sebagian netizen menduga, poster "daftar ustadz sunnah" itu hanya dibuat oleh kalangan awam yang sedang bersemangat menuntut ilmu tanpa sepengetahuan ustadz-ustadznya.

"Saya yakin ustadz-ustadznya juga belum tentu ridho dengan daftar itu," kata sebagian netizen. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






6 komentar:

  1. Ah, gk heboh juga sih..
    Yg sy heran, knp juga Tarbiyah ini mengangkat postingan fb di salah satu grup mereka menjadi topik disini..( walaupun tulisan Tarbiyah ini betul), hal yg begini yg akan menjadikan postingan tsb jd tambah heboh. Apalagi Tarbiyah cuma mengambil fotonya aja, tdk dengan tulisan di akhir statusnya yg kira2 mengatakan "masih byk ustadz2 yg blm penulis masukan ke dlm list itu"
    Juga ada tambahan panjang di kolom komentar dari 'warga fb" lainnya, baik yg menambahkan daftar, maupun komentar yg menyejukan.
    Kalo pertanyaan dan jawaban spt di SS di atas, setahu sy itu bukan dari penulis/admin. Itu tanya dan jawab dari sesama warga fb.

    BalasHapus
  2. Tapi benar ini butuh pelurusan.ada kesan kelompok nya merasa lbh baik ini yang bermasalah..

    BalasHapus
  3. Terus kalo memang ada ustadz sunnah, dengan tuntunannya bakal menjamin masuk surga gitu?
    Atau takarannya lebih diringankan untuk masuk surga dari pada orang yang tidak menganut ustadz sunnah?

    Gampang ternyata ya buat masuk surga..

    BalasHapus
  4. Belajar agama dgn ustad sunnah lebih meyakinkan hati,krn dalil dalilny shahih,serasa kembali kuliah, beda dgn ustad2 yg memakai pendapat pribadi dlm ceramah..

    BalasHapus
  5. coba belajar ama ustadz wajib insyaAllah lebih yakin dan mantab samke ke hati. . ketimbang ustadz sunnah
    berani coba ??

    BalasHapus
  6. Apakah nantinya ada istilah terakreditasi sunnah

    BalasHapus