Recent Posts

Awas! Ada Kristenisasi di Mall, Sasarannya Anak-Anak

7.01.2017
Lagu gereja di PTC




Jika Anda pergi ke mall dan mengajak anak-anak, berhati-hatilah. Jangan sampai anak Anda menjadi sasaran agenda pemurtadan.

Seorang netizen bernama Yogi Marviansyah mengungkapkan pengalamannya. Saat ia dan keluarga ke PTC untuk membeli obat di salah satu petshop, seorang wanita menawari anaknya apakah mau berfoto dengan Transformer.

“Kedua anak saya ikut masuk dan duduk di depan panggung. Ketika acara dimulai, saya sudah merasakan something isn't right, saat MC menanyakan ke anak-anak, apakah hapal lagu ini? Lagu apa? Pikir saya. Dan mulailah MC mengajak anak-anak untuk ikut bernyanyi,” kata Yogi melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (30/6/2017).

Ternyata lagu itu adalah lagu gereja berjudul With Christ In The Vessel.

“Mereka mengganti kata 'Christ' dengan 'Us'. Just it,” lanjut Yogi. “Tapi anak-anak adalah plagiator sejati. Mereka akan dengan cepat menghapal apapun. Saat ini mereka tidak mungkin paham, namun ketika dewasa, irama-irama seperti ini akan terekam selamanya.”






Menyadari bahwa itu adalah lagu gereja, Yogi langsung menghampiri anaknya dan mengajaknya pulang.

Yogi menyesalkan lagu seperti itu diajarkan di tempat umum kepada anak-anak. Ia berharap, penyebaran agama bisa dilakukan dengan bijak.

“Saya berharap menyebarkan agama agar bisa dilakukan dengan cara yang lebih elegan, karena ini bukan pertama kali saya alami,” kata Yogi seperti dikutip Islamedia.

Ia juga berpesan kepada umat Islam yang memiliki anak-anak untuk berhati-hati. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






1 komentar:

  1. Jika melihat hal seperti ini rekam dan sebarkan di Youtube. Jangan lupa mengcapture anak-anak atau audience yang membuktikan kejadiannya ditempat umum, bukan ditempat ibadah agama tertentu. Cara seperti ini akan semakin meyakinkan dan lebih menguatkan pengaruhnya terhadap audience.

    Selain itu sudah saatnya kita juga melakukan program yang sama untuk menarik generasi mereka tertarik pada ajaran kita. Ingat strategi perang, "Strategi yg terbaik adalah menyerang". Maksudnya, kita seharusnya sudah mulai proaktif mendakwahkan kepada mereka dan generasi mereka melalui beragam media yang menarik.Jadi, kita bukan hanya pasif, menjadi objek tetapi sudah saatnya kita harus aktif dan menjadi subyek.

    BalasHapus