Recent Posts

Ini Misteri yang Tak Terkuak dari Kasus Pria Dibakar Hidup-hidup

8.10.2017
Makam Alzahra Joya
Makam Alzahra dibongkar tim forensik, 9 Agustus 2017 (Viva)




Semua orang prihatin dan menyesalkan tindakan massa terhadap M Alzahra alias Joya. Tukang service amplifier itu dibakar hidup-hidup di Pasar Muara, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ada misteri yang diungkapkan pihak kepolisian, Rabu (9/8/2017).

Alzahra alias Joya tidak memiliki catatan kejahatan sebelumnya.

"Menurut catatan Kepolisian tidak ada (riwayat hitam, red). Tetapi, bahwa benar saudara MA (Joya) berprofesi sebagai montir, atau servis amplifier. Dia juga menjual ampli yang dia beli. Kalau rusak, dia perbaiki dan dia jual lagi," kata Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/8/2017), seperti dikutip Viva.






Menurut polisi, misteri yang tak terkuak itu adalah motif yang membuat Joya nekat atau terpaksa mencuri. Seperti diketahui, polisi berkesimpulan Joya diduga keras mencuri amplifier Mushala Al Hidayah. Tak akan terkuak, karena yang bersangkutan sudah tidak ada.

"Saya kira, kan beliau sudah meninggal, kita tidak bisa tanya tentunya ya. Kalau keluarga tidak berpikir ke sana (bakal mencuri)," lanjut Asep.

Siti Zubaidah istri Alzahra Joya
Siti Zubaidah (nuonline)


Sementara menurut Siti Zubaidah istri Joya, suaminya merupakan orang yang baik dan santun. Selama ini tidak pernah mencuri. Selain memperbaiki alat elektronik, Joya juga biasa membeli amplifier untuk dijual lagi, terutama amplifier yang rusak kemudian diperbaiki dan dijual.

“Jujur dari hati kecil saya, saya tidak percaya (kalau ia mencuri, red). Tapi dari kepolisian mengatakan seperti itu, ya saya bisa apa,” kata Zubaidah pasrah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]








2 komentar:

  1. sungguh tragis dan memilukan semakin hari negeriku semakin brutal dan tambah lagi aparat yang semakin tumpul ke atas :/

    BalasHapus
  2. Dengan bermodalkan 'blue cable yg tersisa polisi coba meyakinkan publik.. klo emang d tarik or d putus..Dipastikan ga cuma 'sebuah kabel yg nempel..Yg entah kapan sempat d terima aparat.. mengabaikan klarifikasi awal bahwa perangkat pengeras suara masjid masih berada d masjid.. pernah ga k aparat yg berwenang brtnya SM neter yg dh kasih klarifikasi.. jika neter tersebut dpt memberikan kejelasan yg benar, maka itulah sumber n bukti yg valid.. klo berita dh nyebar..Ada oknum yg menggunakan kesempatan tuk membentuk alibi jg opini lain.. sebagai alat pemerintah baiknya bicara berdasarkan bukti yg telah ditelusuri kebenarannya.. kerja secara profesional.. dan d forum resmi..

    BalasHapus