Recent Posts

Megawati: Orang yang Sebut Jokowi Diktator adalah Pengecut

8.16.2017
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Liputan6.com)




Mantan Presiden RI sekaligus Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri membela Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Perppu Ormas. Menurut Megawati, orang-orang yang menyebut Jokowi diktator adalah pengecut.

"Waktu kemarin saya bela Presiden, mungkin sudah baca di medsos, yang saya bilang Presiden dibilang diktator. Lalu buat apa ya termasuk saya susah-susah bikin Reformasi, sekarang dibilang diktator. Saya bilang orang itu pengecut," kata Megawati dalam pidatonya di Auditorium LIPI, lantai 2, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017), seperti dikutip Merdeka.

Megawati meminta bukti Jokowi adalah seorang diktator. Sebagai mantan Presiden, dirinya tahu persis bahwa seorang presiden diperbolehkan membuat Perppu.






Lebih lanjut Megawati mengatakan jika negara sudah dalam kondisi darurat dan genting, seorang presiden tidak akan diam saja. Harus ada upaya yang dilakukan agar negara tidak darurat.

Seperti diketahui, muncul tuduhan sejumlah pihak bahwa Jokowi diktator. Pasalnya, ia telah menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Alasan kondisi genting dibantah karena Jokowi masih sempat vloging sehingga disimpulkan negara tidak genting sama sekali.

Jokowi pun membantah kalau dirinya diktator.

"Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masak wajah saya kayak gini wajah diktator," kata Jokowi sambil tertawa, saat menghadiri acara Pembukaan Pasanggiri Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017) lalu, seperti dikutip Detik. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






1 komentar:

  1. Negara skrng gk gentng buk,,,yg gntng skrng ekonomi rkyat,,,shrusny klw buat perpu yg menaikan ekonmi rkyat,,,msalkan buat perpu biar tdl trun,,kan rkyat snang,,lagian presden dpilih rkyatkan tuk nyenangkan rkyat trutma msalah ekonomi

    BalasHapus