Recent Posts

Pemuda NTT Laporkan Victor ke Bareskrim

8.10.2017
Pemuda Muslim NTT
Pemuda Muslim NTT laporkan Victor (Detik.com)




Victor Laiskodat kembali dilaporkan ke Bareskrim soal pidatonya yang menyebut sejumlah partai politik sebagai pendukung khilafah dan intoleran. Kali ini, giliran Pemuda Muslim NTT yang melaporkan Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Sekitar delapan orang mendatangi Bareksrim Polri, Rabu (9/8/2017). Menamakan diri Pemuda Muslim NTT, mereka melaporkan Victor. Laporan mereka tertuang dalam surat Laporan Polisi nomor: LP/792//VIII/2017/Bareskrim.

Victor dilaporkan karena diduga melanggar pasal 28 ayat 1 dan 2 UU ITE tahun 2016 tentang penyebaran ujaran kebencian.

Perwakilan Pemuda Muslim NTT Bram Bani meminta kepolisian segera menyelesaikan kasus Victor sehingga tidak ada keresahan antarumat beragama di Kupang NTT.

"Kami sebagai masyarakat NTT yang berada di Jakarta menegaskan siapapun dia harus menjaga berbicara, supaya jangan sampai ada keresahan umat beragama," kata Bram seperti dikutip Detik.






Seperti diberitakan sebelumnya, Victor menyampaikan pidatonya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/8/2017) lalu. Dalam potongan video berdurasi dua menit, Victor mengajak warga NTT untuk menolak partai dan calon kepada daerah pendukung khilafah. (Baca: Ini Video Victor Nasdem Tuduh Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN Dukung Khilafah dan Kaum Intoleran)

“Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN,” kata Victor.

“Situasi nasional, ini partai mendukung kaum intoleran,” tambahnya.

Lebih jauh Victor mendefinisikan bahwa yang dimaksud kaum intoleran adalah kaum yang tidak suka orang lain, tidak suka agama lain.

Victor juga mengatakan bahwa arti negara khilafah adalah semua wajib sholat.

“Mengerti negara khilafah? Semua wajib sholat, semua lagi yang di gereja. Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus sholat,” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar