Recent Posts

Gara-Gara Sebut “Pribumi”, Pidato Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi

10.18.2017
Anies Baswedan saat pidato pertama
Anies Baswedan saat pidato pertama, 16/10/2017 (Liputan6.com)




Pidato pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta pada Senin (16/10/2017) petang dilaporkan ke polisi. Gara-garanya, dalam pidato itu ada kata “pribumi.”

Pihak yang melaporkan adalah Banteng Muda Indonesia (BMI).

Selasa (17/10/2017), BMI mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan guna melaporkan pidato tersebut.

Ketua Bidang Hukum dan HAM BMI Pahala Sirait mengatakan, pihaknya merasa perlu melaporkan Anies karena alasan hukum.

"Kami bicara konteks hukum karena memang persoalan pidato dari bapak Anies Baswedan ini yang akan menjadi bola liar, maka kita perlu melaporkan sesuai UU 40 tahun 2008 dan tidak sesuai Inpres 26 tahun 1998 di mana ada penghentian penggunaan istilahpribumi dan non pribumi dalam berbagai kegiatan, kebijakan atau penyelenggaraan urusan pemerintahan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya seperti dikutip Tribunnews.







Ia menambahkan, pihaknya telah membawa bukti berupa transkrip berita dan video pidato Anies tersebut. Namun, oleh Mapolda Metro Jaya, BMI disarankan melaporkan ke Bareskrim Polri karena terlapor adalah Gubernur.

Pidato Anies yang dipersoalkan itu adalah kalimat, “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri.”

Sebelumnya, Mantan Presiden Megawati juga menggunakan istilah pribumi.

"Contohnya, sejarah kolonial Belanda yang semakin menancapkan kekuasaannya di Hindia Belanda dengan politik etis, yang juga dijalankan melalui bidang pendidikan. Politik etis atau politik balas budi dimulai pada tahun 1901, yang seolah membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi," kata Megawati dalam orasi ilmiah saat menerima Doktor Honoris Causa di bidang politik pendidikan, di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9/2017) lalu, seperti dikutip Tribunnews.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti juga menggunakan istilah pribumi.

“Sekarang, pemerintah akan menggulirkan program membangun konglomerasi pribumi, membangun perusahaan pribumi, supaya kuat,” kata Susi dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1/2017) seperti dikutip Tempo. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






1 komentar: