Recent Posts

Ini 3 Poin Penting Kesepakatan Hamas dan Fatah, Kemenangan Palestina Makin Dekat?

10.13.2017
kemenangan palestina
Pasukan Israel tangkap warga Palestina (dok. equilibri.net)




Hamas dan Fatah mencapai kesepakatan dalam rekonsiliasi di Kairo, Kamis (12/10/2017). Keduanya menyepakati pembentukan pemerintah bersama paling lambat Desember mendatang.

Kesepakatan yang ditandatangani oleh delegasi Hamas Saleh al-Arouri dan Fatah Azzam al-Ahmed itu telah diumumkan oleh Pemimpin Hamas Ismail Haniyah dan juga Pemimpin Fatah Mahmoud Abbas.

“Kesepakatan ini adalah langkah pamungkas untuk mengakhiri perselisihan,” kata Mahmoud Abbas seperti dikutip Anadolu Agency. Seperti diketahui, Hamas dan Fatah “bertikai” selama lebih dari satu dekade.

Hamas dan Fatah berbeda pandangan tentang pengakuan terhadap Israel dan metode meraih kemerdekaan. Fatah juga cenderung sekuler sedangkan Hamas condong pada gerakan Islam dan melawan Israel.






Ketegangan antara Hamas dan Fatah memuncak ketika Fatah tidak mau bergabung di bawah pemerintahan yang dipimpin Hamas sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2006. Akibatnya, timbul perseteruan yang menelan 600 korban dari kedua belah pihak.

Hamas yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Barat kemudian merebut Jalur Gaza. Sedangkan Fatah yang diakui Barat mengelola daerah pendudukan Israel di Tepi Barat melalui Otoritas Palestina yang kini dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.

Berikut ini adalah tiga poin penting terkait pemeritahan bersama yang disepakati dalam Rekonsiliasi Kairo:

Pertama, pengamanan perbatasan Gaza-Mesir di Rafah diserahkan kepada pemerintah bersama Palestina dengan pengawasan Badan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM). Perbatasan yang selama ini dikelola Hamas tersebut akan dijaga oleh Pengawal Kepresidenan Palestina.

Kedua, seluruh kendali administrasi di Gaza yang saat ini dikelola Hamas akan diserahkan kepada Pemerintah Bersama pada 1 Desember 2017.

Ketiga, Palestina akan menggelar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif setahun sejak kesepakatan rekonsiliasi ditandatangani. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






4 komentar:

  1. Orang Arab yang menamakan itu sebagai Palestina

    Sedangkan itu sebenarnya adalah Yerusaleem atau dulunya adalah Kana'an, Negara yang di dirikan olah Nabi Musa. negaranya Bani Israel bukan negaranya Bangsa arab.

    tetapi di invasi oleh bangsa arab yang di pimpin oleh Umar Bin Khattab karena Muhammad mengaku bahwa di Yerusaleem ini ada masjid yang dia gunakan untuk sholat pada peristiwa isra; mijra; itu, padahal di Yerusaleem tidak ada masjid, yerusaleem di kuasai imperium kristen dan yahudi dan tidak ada orang arab dan islam di sana. sehingga tidak mungkin ada masjid di yerusaleem, yang ada adalah Haikal sulaiman - Bait Allah - Bethlehem atau rumah tuhan.

    Artinya itu hak bani israel bukan hak nya orang arab, orang arabnya yang harus menyingkir dari Yerusaleem.

    BalasHapus
  2. Muhammad mengaku di Yerusaleem ada masjid bernama masjidil aqsa
    Sesuai dengan cerita Muhammad tentang kisah isra mijra
    perjalanan antara masjidil haram - masjidil aqsa - sidratul muntaha.

    Padahal di Yerusaleem tidak ada masjid al aqsa itu
    Masjidil aqsa baru di bangun setelah Muhammad meninggal

    Artinya kisah isra mijra ini hanyalah kisah palsu dari nabi palsu yang di jadikan alasan untuk menginvasi yerusaleem dan menjajah israel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak gaya lu...bego koq dipelihara...

      Hapus