Recent Posts

Mencengangkan! Fakta di Balik Interupsi Najwa Shihab ke Anies-Sandi

1.26.2018
Durasi waktu bicara Najwa Shihab




Nama Najwa Shihab menjadi perbincangan hangat setelah Program Mata Najwa di Trans 7, Rabu (24/1/2018) malam. Pasalnya, ia dinilai sering memotong jawaban nara sumber dan mengalihkan ke pertanyaan lain.

Kini, ada hal yang lebih mencengangkan.

Beredar di media sosial, sebuah tabel yang menghitung durasi waktu bicara dalam acara Mata Najwa Episode 100 Hari Anies-Sandi, 24 Januari 2018.

Selama tujuh segmen acara itu, Najwa Shihab bicara selama 21 menit 57 detik. Anies Baswedan bicara selama 33 menit 46 detik. Sedangkan Sandiaga Uno hanya bicara dalam 3 menit 8 detik.





Banyaknya waktu bicara Nana, panggilan akrab Najwa Shihab, bukan karena nara sumber tidak memiliki bahan pembicaraan atau tidak menjawab pertanyaan, melainkan karena seringnya ia menginterupsi jawaban nara sumber.

Sebelum jawaban Anies Baswedan selesai, Nana kerap menginterupsinya. Dicatat, Nana menginterupsi sebanyak 96 kali. Interupsi di sini dihitung berdasarkan jumlah Nana memotong pembicaraan saat Anies Baswedan belum selesai menjawab. Pertanyaan baru dari Najwa Shihab sesudah Anies Baswedan selesai menjawab tidak dihitung sebagai interupsi.

Sejumlah netizen menilai, data itu sangat profesional sehingga menurunkan reputasi Najwa Shihab.

“Mantap... Sangat profesional. Kesan bahwa najwa sebagai profesional Host jadi remuk, lebih kesan emosional,” kata Wardhana.

"Mending Rossy siahaan, walaupun beda tapi masih respect sama lawan bicaranya. Professional banget. Beda jauh ama Najwa," kata Ummu Muhammad. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






5 komentar:

  1. Mungkin Nana juga mengejar waktu, karena di tv on air kan ada batasannya. Jadi harus mengarah kan jawaban Nara sumber nya. Kadang pak anies jawab pertanyaan nya harus jelasin hal hal diluar pertanyaan, walaupun penjelasannya tidak jauh dari apa yang ditanyakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komunikatif, informatif, namun Efisien adalah kewajiban profesional seorang host. Apalagi judul acaranya memekai nama hostnya sendiri.
      Ya, paling tidak, kini pemirsa jadi lebih memahami minimnya kualitas jurnalisme si host,sebagaimana sebagian besar host lainnya yg bekerja karena hanya dibayar oleh media-media picisan sejeni.

      Sejalan betul antara si host yg masih "minus" dgn si media yg dicap pemirsa memang sdh "MINOR".

      Hapus
  2. Yang bilang dia profesoonal siapa?

    BalasHapus
  3. Rosiana silalahi mungkin, bukan. Rossy siahaan

    BalasHapus
  4. Ganti aja nama acaranya jadi... "CUNGUR NAJWA", "BACOT NAJWA", atau "NYINYIR NAJWA". Supaya lebih cocok utk target pemirsa kelompok intelektual menengah ke bawah.

    BalasHapus