Recent Posts

Wakapolri: Kasus Penyerangan Ulama 95 Persen Hoax

2.22.2018
Wakapolri
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (rmol.com)




Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan, sebagian besar informasi terkait kasus penganiayaan ulama oleh pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa adalah bohong alias hoax.

Dia mencontohkan kasus-kasus di Jawa Barat. Dari 13 kasus yang informasinya berkembang di masyarakat, hanya ada dua kasus yang benar-benar terjadi.

"Kasus ini (penganiayaan ulama, Red) adalah isu hoax yang lebih banyak. Jadi sekarang ini 95 persen itu hoax," kata Syafruddin usai pertemuan dengan para ulama di Masjid Arif Nurul Huda, Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (21/2/2018), seperti dikutip Republika.

Lebih jauh ia menambahkan, aparat kepolisian sudah mengamankan pelaku penyebar hoax terkait kasus tersebut. Namun saat ditanya secara rinci terkait orang-orang yang ditangkap karena dugaan penyebaran hoax tersebut, ia belum bisa menjelaskan secara gamblang.

"Bahwa pelakunya sudah ada dan itu sedang dikembangkan. Isu hoax yang dibangun atau dibuat kelompok tertentu, pelakunya sudah ketahuan dan sudah ditangkap, dan akan dikembangkan," ujarnya.

Syafruddin menjelaskan, pelaku nantinya akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, dalam pertemuan sekitar 200 ulama Garut dengan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Ketua MUI Pamengpeuk Garut KH Basari menolak menyebut ancaman itu sebagai hoax.

"Adanya ancaman itu membuat kami dan masyarakat kami resah, ini bukan hoax lagi, tapi benar. Jangan membuat penyesatan yang bilang itu hoax," katanya dalam dialog bersama di Pendopo Garut, Rabu (21/2/2018).





Di hari yang sama, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto meminta maaf atas keterangan beberapa polisi yang terlalu terburu-buru menyimpulkan pelaku penyerangan sejumlah ulama dan pemuka agama adalah orang gila. Hal itu disampaikannya di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Baca: Ada Polisi yang Terburu-buru Sebut Pelaku Orang Gila, Kabareskrim Minta Maaf

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membeberkan data penyerangan terhadap tokoh agama. Pihaknya mencatat, telah terjadi 21 kali penyerangan terhadap tokoh agama di Indonesia sejak Desember 2017 hingga Februari 2018.

Baca: Siapa Pelaku Penyerangan ke Tokoh Agama? Ini Data Wiranto

“Sudah ada 21 kali penyerangan ke ulama, tokoh agama, ke rumah ibadah. Sebanyak 15 kali dilaksanakan orang yang tidak waras. Ini kebetulan atau by design?" kata Wiranto di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2/2018). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






2 komentar:

  1. ayo beranta hoax....dengan cerdaskan anak bangsa......
    dapatkan beasiswa BIDIKMISI... gapai masa depan

    BalasHapus
  2. waduh ketika masyarakat tidak lagi percaya sama penegak hukum sekarang

    Dompet Kulit
    Sepatu Kulit

    BalasHapus