Recent Posts

Wartawati Senior: Yang Dilakukan Maruarar Sirait Ibarat Gol Bunuh Diri untuk Jokowi

2.20.2018
Piala Presiden




Setelah ramai dibicarakan netizen, Maruarar Sirait akhirnya memberikan pernyataan soal dicegahnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo ke podium final Piala Presiden 2018.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 itu menyatakan, insiden itu bukan kesalahan Paspampres namun kesalahan dirinya 100 persen.

"Jangan salahkan Paspampres karena dia bekerja berdasarkan siapa disebut nama-namanya. Seratus persen salah saya," tandasnya setelah menyampaikan bahwa dirinya tidak mengerti protokoler.

Ada yang puas dengan pernyataan Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, tersebut. Namun banyak juga yang justru mempermasalahkan. Di antaranya Nanik Sudaryati. Wartawati senior dan aktifis Jaringan Merah Putih itu menilai, apa yang dilakukan Ara ibarat gol bunuh diri untuk Presiden Jokowi.

“Ibarat bermain bola yang dilakukan Maruara ( Ara) itu gol bunuh diri untuk Pak Presiden.
Saya lebih kenal dulu Pak JKW, dan saya yang mengenalkan pertama Ara ke Pak JKW, di sebuah acara peluncuran media saya di Hotel Sahid Jakarta” tulisnya melalui fan page, Senin (19/2/2018).





“Saya kaget lihat sikap Ara seperti itu. Sebagai anggota DPR mustinya dia paham protokuler acara yang melibatkan pejabat. Pagi ini di warung kopi, di pangkalan ojek, bahkan di mbak2 ngumpul beli sayur, semua bicara penolakan Anies oleh Paspampres. Luar biasa kemarahan rakyat..” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak vulgar mempertontonkan kebencian.

“Jangan terus bermain -main dengan "hati" sudah cukuplah kita dipertontonkan ketidakadilan di negeri ini, jangan terlalu vulgar lagi kebencian itu dipertontonkan pada kami yg dianggap berseberangan..kami semua rakyat Indonesia dan kami Pancasila!”








4 komentar:

  1. Ya memang cukup mengundang tanda tanya, seorang politisi, anggota DPR, yang ditunjuk jadi Ketua Steering Committee Piala Presiden tidak paham aturan, undang undang untuk tata cata pelaksanaan yang dihadiri oleh Presiden. Dalam hal ini Anies Baswedan adalah Gubernur DKI Terpilih, tempat dimana pertandingan final Piala Presiden diselenggarakan dan pemenangnya adalah Persija yang setidaknya ada peran Gubernur DKI dalam pembinaan, mengayomi persepakbolaan di Jakarta, membuat daerahnya kondusif bagi Persija untuk melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan persepakbolaan. Perlakuan terhadap Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Terpilih justru berbeda dengan saat terjadinya final Piala Presiden pada tahun sebelumnya dimana saat itu Ahok adalah Gubernur DKI Terangkat. Tapi mungkin ini hanyalah soal kekurangmatangan Maruarar Sirait sebagai politisi, yang ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee. Tersimak juga kekeliruan Maruarar Sirait ketika membuat penyataan meminta maaf kepada yang bersangkutan dengan mengatakan permintaan maaaf kepada Presiden Indonesia, juga 'Gubernur Indonesia', seharusnya Gubernur DKI.

    BalasHapus
  2. Kalo pelakunya dri parpol islam yg bersebrangan dgn pemerintah , pasti sudah di polisikan tuh, dgn UU pencemaran nama baik oleh kecebong.
    Tapi ini beda, Pak Anies orang baik sholeh, jadi gak penting bagi beliau si ara

    BalasHapus
  3. 3 kali jadi ketua SC piala presiden. Lewat kepanitiannya, mengizinkan gubernur DKI pak ahok, gubernur Jabar pak aher, gubernur Sumsel pak alex nurdin, walikota Bandung kang RK, turun menyertai presiden ke podium.
    Kok tahun 2018, gubernur DKI yg baru pak anies dilarang turun utk ikut serta ??
    Bilangnya ke media, tdk paham protekoler.
    Helloooww, bang maruara....3 kali event terdahulu, anda mmg gk tau jg protekoler ??
    😩😩

    BalasHapus