Recent Posts

Pangdam Udayana: Tidak Ada Islam Radikal

5.18.2018
Pangdam Udayana Benny Susianto
Pangdam Udayana Benny Susianto (dok Kabarnusa.com)




Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto meminta umat Islam tidak menanggapi berlebihan jika ada komponen masyarakat di luar Muslim yang mencibir Islam. Namun jika sudah masuk kategori provokasi, ia minta untuk dilaporkan.

"Jika ada yang mencibir kepada kita, jangan ditanggapi berlebihan. Namun, jika ada provokasi, catat dan laporkan," kata Pangdam Udaya kepada Republika, Kamis (17/5/2018).

Mantan wakil komandan jenderal (wadanjen) Akademi TNI itu mengikuti pertemuan bersama Kapolda Bali dan tokoh-tokoh masyarakat serta agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali. Pertemuan tersebut termasuk langkah preventif untuk memastikan Bali aman dari aksi terorisme.

Lebih jauh Benny mengajak tokoh-tokoh agama untuk menyebarkan ajaran baik kepada masyarakat. Ia juga mengajak umat non-Muslim untuk bersama-sama memahami bahwa aksi terorisme dilakukan kelompok radikal. Menurutnya, istilah 'Islam radikal' itu tidak ada sebab tidak satu pun ajaran agama mengajarkan perbuatan radikal.





"Agama mana pun tidak ada yang mengajarkan radikalisme. Tidak ada Islam yang radikal. Jika ada oknum yang melakukan tindakan radikal menggunakan atribut Muslim maka mereka adalah kelompok radikal," tandasnya.

Benny menambahkan, masih ada sutradara besar di balik sejumlah serangan teroris yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Tujuan mereka adalah menghancurkan keragaman di masyarakat.

"Keragaman harus kita jadikan kekuatan, bukan perbedaan," katanya.

Seperti diketahui, sejumlah aksi terorisme meletus di tanah air, akhir-akhir ini. Pada 13 Mei 2018, tiga gereja di Surabaya dibom. Pada 14 Mei 2018, serangan bom menyasar Polrestabes Surabaya. Pada 16 Mei 2018, teroris menyerang Mapolda Riau. [Ibnu K/Tarbiyah]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar