Recent Posts

Insya Allah Malam Ini Lailatul Qadar, Ini Penjelasan dan Tanda-Tandanya

6.09.2018
malam ini lailatul qadar

Malam ini, malam 25 Ramadhan 1439 H, insya Allah lailatul qadar. Kok bisa? Ini penjelasannya.

Imam Ghazali melakukan pengamatan terkait tanggal lailatul qadar. Ia mendata kapan jatuhnya lailatul qadar berdasarkan tanda lailatul qadar yang ia ketahui. Hasilnya mengejutkan. Ada korelasi antara tanggal lailatul qadar dengan hari apa jatuhnya 1 Ramadhan.






Berikut ini hasil yang didapatkan ulama bergelar Hujjatul Islam itu:

  • Jika 1 Ramadhan jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan
  • Jika 1 Ramadhan jatuh pada malam Senin maka lailatul qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan
  • Jika 1 Ramadhan jatuh pada malam Kamis maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan
  • Jika 1 Ramadhan jatuh pada malam Sabtu maka lailatul qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan
  • Jika 1 Ramadhan jatuh pada malam Selasa atau Jumat maka lailatul qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan
Seperti diketahui, 1 Ramadhan 1439 jatuh pada Rabu malam Kamis. Menurut rumus Imam Ghazali itu, berarti lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan yakni malam ini.

Benarkah rumus tersebut? Tidak ada yang berani memastikan. Jumhur ulama mengikuti hadits-hadits Rasulullah yang secara umum menyatakan lailatul qadar jatuh pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan. Entah malam 21 Ramadhan, malam 23, malam 25, malam 27 atau malam 29.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ
“Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil” (Muttafaq alaih)

Namun Rasulullah juga menjelaskan tanda-tanda lailatul qadar dalam hadits beliau. Yang jika malam ini dan besok pagi kita temukan tanda-tanda ini, sangat besar kemungkinannya malam ini adalah malam lailatul qadar.




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dengan sanad yang baik menurut Haitsami)

إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لاَ بَرْدَ فِيهَا وَلاَ حَرَّ وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

“Sesungguhnya tanda lailatul qadar adalah jernih lagi terang, seakan-akan ada rembulan yang terang-benderang, tenang lagi sejuk, tidak ada dingin padanya tidak pula panas, dan tidak pula ada pelemparan bintang (meteor) pada malam itu hingga pagi, dan sesungguhnya tandanya adalah bahwa pada pagi hari, matahari keluar dengan sempurna tanpa ada kesilauan padanya, seperti bulan pada bulan purnama. Syaithan tidak halal untuk keluar bersama (lailatul qadr) pada hari itu.” (HR. Ahmad; hasan)

Ubay bin Ka’ab menjelaskan:

وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

“..Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan.” (HR. Muslim)

أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا وَأَرَانِى صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِى مَاءٍ وَطِينٍ

“Telah diperlihatkan kepadaku lailatul qadr, kemudian saya dibuat lupa terhadapnya, dan saya melihat bahwa diriku sujud di atas air dan tanah pada pagi hari.” (HR. Muslim)

Jadi berdasarkan hadits-hadits di atas, tanda lailatul qadar ada lima yakni:


  • Malam itu langit relatif jernih dan terang
  • Hawa malam itu tidak panas, juga tidak terlalu dingin
  • Malam itu tidak ada meteor
  • Terkadang malam itu turun hujan
  • Pagi harinya matahari terbit dengan sempurna, cahayanya putih dan relatif tidak menyilaukan


Apakah kelima tanda tersebut akan kita dapatkan malam ini dan besok pagi? Mari kita amati. Tapi jangan sampai gara-gara sibuk mengamati, amal dan ibadah kita justru berkurang. Jangan sampai gara-gara mengamati tanda lailatul qadar, kita justru kehilangan lailatul qadar.

*Selengkapnya tentang lailatul qadar mulai dari keutamaan hingga ciri orang yang mendapatkannya, silahkan baca artikel Lailatul Qadar







1 komentar: