Recent Posts

Siapa Pemenang Sesungguhnya dalam Pilkada? Ini Penjelasan Aa Gym

6.29.2018
Aa Gym siapa pemenang sesungguhnya dalam Pilkada






Siapakah pemenang sesungguhnya dalam Pilkada? KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menjelaskan dalam videonya bahwa pemenang pilkada yang sesungguhnya adalah yang niatnya lurus dan caranya benar serta selalu tawakkal kepada Allah dan setiap kejadian selalu menambah ketaqwaan.

Berikut ini penjelasan lengkap dari Aa Gym dalam video berjudul Siapakah pemenang sesungguhnya dalam pilkada, yang telah diunggah di channel Youtube Aa Gym Official, Jumat (29/6/2018):

Siapakah pemenang sesungguhnya dalam pilkada?


Pemenang sesungguhnya adalah yang ketika terpilih, hatinya haqqul yaqin bahwa ini adalah yang telah tertulis di lauh mahfudz, Ini adalah amanah dan ujian yang sangat berat pertanggungjawabannya di dunia maupun akhirat kelak.

Maka ia merunduk, bersimpuh di hadapan Allah. Fasabbih bihamdi Rabbika fastaghfirhu. Bertasbih mensucikan Allah, tanpa merasa diri suci. Bertahmid memuji Allah, tak merasa diri terpuji. Dan beristigfar. Memohon ampunan Allah atas niat, cara, yang mungkin sangat banyak salah. Dan bersikap, menghargai, menjaga kehormatan saudaranya yang telah kalah.

Sedangkan pemenang yang kalah, yang ketika terpilih tidak ingat kepada Allah sama sekali. Lalu menjadi ujub, jumawa, sombong, merasa diri semua karena kehebatan diri. Lalu sibuk berhura-hura yang melupakan Allah, padahal belum bekerja apapun jua. Dan bersikap merendahkan, mencemooh, saudaranya yang kalah, nauzubullah.

Ada pun yang kalah namun berjiwa pemenang adalah yang kalah dalam suara namun hatinya yakin bahwa ini adalah ketentuan Allah. Ridha menerima takdir, legowo atas kekalahan, mengakui dan menghormati pemenang dengan tulus. Dirinya pun tidak merasa rugi. Karena yakin dan ikhtiar sudah dicatat oleh Allah. Tidak ada rasa dengki dan dendam.





Adapun yang kalah sesungguhnya adalah, sudah kalah dalam pilihan, hati tidak ridha kepada takdir, tidak mau menerima kekalahan, sibuk menyalahkan, penuh kedengkian, kebencian, kedendaman kepada pemenang hingga iman kian pudar, akhlak kian rusak, perbuatan pun menjadi zalim.Na’udzu billah min dzalik.

Baca juga: Djarot Kalah, Wanita Ini Sebut Warga Sumut Tolol, Tifatul Sembiring Bikin Ia Minta Maaf

Sahabatku sekalian, kita semua harus jadi pemenang, dalam keadaan apa pun. Bila kita niatnya lurus dan caranya benar serta selalu tawakkal kepada Allah dan setiap kejadian selalu menambah ketaqwaan kita.



Baca juga: Mengejutkan! Jago-Jago PDIP Bertumbangan di Pilkada Serentak 2018







Tidak ada komentar:

Posting Komentar