Recent Posts

Ini Doa Rasulullah yang Tak Dikabulkan Allah

6 Mar 2017




Seluruh doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, ada satu doa yang tidak dikabulkan-Nya.

Doa itu terkait dengan umatnya. Yang boleh jadi, terjadi pada generasi kita dan karenanya kita patut waspada.

رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلاَةً فَأَطَالَهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّيْتَ صَلاَةً لَمْ تَكُنْ تُصَلِّيهَا قَالَ أَجَلْ إِنَّهَا صَلاَةُ رَغْبَةٍ وَرَهْبَةٍ إِنِّى سَأَلْتُ اللَّهَ فِيهَا ثَلاَثًا فَأَعْطَانِى اثْنَتَيْنِ وَمَنَعَنِى وَاحِدَةً سَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِى بِسَنَةٍ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُذِيقَ بَعْضَهُمْ بَأْسَ بَعْضٍ فَمَنَعَنِيهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat yang amat panjang. Melihat hal tersebut para sahabat bertanya, “Tidak biasanya Anda melakukan shalat seperti itu.” Beliau menjawab, “Ya, benar. Shalatku itu adalah shalat raghbah (penuh harap) dan rahbah (takut kepadaNya), dalam shalatku itu aku memohon kepada Allah tiga perkara, Dia mengabulkan dua perkara sedangkan satunya lagi tidak dikabulkan. Aku memohon agar umatku tidak binasa oleh bencana kelaparan, maka Dia mengabulkan permohonan ini. Aku memohon agar umatku tidak dikuasai oleh musuh dari luar mereka, Dia pun mengabulkannya. Namun ketika aku memohon agar umatku tidak merasakan kekejaman di antara sesamanya, Dia tidak mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi; shahih)






Demikianlah Rasulullah sangat berharap agar umatnya tidak binasa. Allah mengabulkan doa Rasulullah agar umatnya tidak binasa karena kelaparan dan serangan musuh. Namun yang membuat Rasulullah bersedih, kebinasaan umat bisa terjadi manakala sebagian muslim berbuat kejam terhadap muslim yang lain.

Kita melihat sejak zaman sahabat, umat Islam tak terkalahkan ketika mereka bersatu menghadapi musuh-musuhnya. Namun manakala terjadi perpecahan, sesama muslim saling menyakiti, timbullah kerugian besar di kalangan umat Islam.

Dulu ada perang Jamal, ada perang Shiffin, ada peperangan internal umat Islam semasa Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah hingga Turki Utsmani. Namun fragmen-fragmen sejarah itu bisa diatasi. Yang lebih parah terjadi setelah itu. Kini banyak perpecahan internal umat Islam di berbagai negara.

Maka kita patut menangis melebihi kesedihan Rasulullah, ketika umat ini saling bermusuhan. Kita patut waspada, bahwa jika kita saling membenci dan menyakiti sesama umat Islam, kita tergolong umat yang akan binasa. Seperti doa Rasulullah yang tidak dikabulkan Allah tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






4 komentar:

  1. Alhamdulillah...., izin copast

    BalasHapus
    Balasan
    1. ‘Amir bin Said dari bapaknya berkata bahawa “Satu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah datang dari daerah berbukit. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai di masjid Bani Mu’awiyah lalu baginda masuk ke dalam masjid dan menunaikan solat dua rakaat. Maka kami pun turut solat bersama dengan baginda.”

      Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah.

      Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang bermaksud “Aku telah memohon kepada Allah 3 perkara, dalam 3 perkara itu cuma Dia memperkenankan 2 perkara sahaja 1 lagi ditolak”

      1) Aku telah memohon kepada Allah supaya Dia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjagan. Pemohonanku ini diperkenankan oleh Allah.

      2) Aku telah memohon kepada Allah supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (sepeti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh A.S). Pemohonanku ini diperkenankan oleh Allah.

      3) Aku telah memohon kepada Allah supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah ditolak.

      Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh antara satu sama lain, orang kafir menepuk tangan dari belakang, apakah ini cantik kita melihatnya? Kita hanya berbeza pendapat bukan berbeza agama.

      “Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya” (An-Nisaa : 59)

      “Ya Allah jauhilah kami di seluruh dunia daripada bergaduh sesama muslim.”

      Aamiinn ya Robalaalamin


      MAKA, YG MANA SATU HADIS YG TEPAT YA?

      Hapus