Recent Posts

PSI Akan Tolak Perda Agama Agar Indonesia Tak Seperti Suriah, Ini Jawaban Telak HNW

11.13.2018
PSI bersama Jokowi
PSI bersama Jokowi (Kompas)






Pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang akan penolakan perda-perda agama mendapat jawaban telak dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Politisi PKS itu menegaskan alasan Grace menolak perda agama tidak sesuai fakta.

Masalah Suriah bukanlah masalah yang diakibatkan oleh Perda Agama seperti tuduhan Grace. Hal itu dilontarkan HNW melalui akun Twitter pribadinya.

““PSI Akan Tolak Perda Agama Agar Indonesia Tak Seperti Suriah”, sikap yang layak ditolak. Karena tak sesuai dengan fakta: Suriah jadi seperti sekarang, bukan karena Perda Agama. Kita di Indonesia, banyak Perda & UU terkait Agama & kita tetap NKRI. Karena kita berPancasila & UUD NKRI 1945,” kata HNW melalui @hnurwahid, Selasa (13/11/2018).





Sebelumnya, PSI menegaskan bahwa salah satu misi jika terpilih nanti di Pileg 2019 adalah mencegah ketidakadilan dan tindakan diskriminasi dengan menolak perda-perda agama baik injil atau pun syariah.



"Adanya banyak perda yang arahnya membatasi kebebasan orang, membatasi kebebasan berbusana, memaksa siswa-siswa memakai busana tertentu padahal itu sekolah negeri, " kata Grace, Senin (12/11/2018).

Ia juga beralasan Perda-Perda semacam itu bisa menjadikan Indonesia seperti Suriah.

"Karena Indonesia sejak awal beragam. Kalau kita enggak jadi payung dan menjaga keberagamannya ini maka nantinya kita bisa menjadi Suriah, Irak dan semuanya enggak untung," imbuhnya. [Ibnu K/Tarbiyah]







4 komentar:

  1. itu yg diharapkan ada yg komentari .krena dia pion doang terlalu besar kelasnya HNW menaaggapi ..org ini sanes kelasna

    BalasHapus
  2. Nomor : 089/B-1/ GPPI.PK.UIN/XI/2018
    Lamp : -
    Hal : Surat Terbuka

    Kepada Yth,
    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo
    Di
    TEMPAT
    Bismillahirrahmanirrahim
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Salam patriotik!!!

    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Bapak-bapak adalah putra terbaik bangsa. Tidak sedikitpun kami ragu dengan niat baik bapak-bapak untuk mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melancarkan niat baik bapak-bapak dan senantiasa melindungi dari segala mara bahaya dunia. Amin...

    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Awalnya kami sangat senang dengan wacana bapak-bapak untuk melakukan kampanye positif dalam menghadapi Pilpres 2019. Adu program politik dan ekonomi yang bisa menjadi ladang pembelajaran demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentu saja harapan-harapan hidup yang indah bisa lahir dengan proses tersebut. Namun, fakta berbicara lain. Politik sehat hanya tinggal wacana yang tersusun dalam keindahan retorika. Hoax dan ujaran kebencian seolah menjadi satu kewajiban dan politik "norak"-pun dimainkan tanpa mengindahkan persatuan.

    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Kami yakin bapak-bapak masih sadar bahwa politik identitas dengan menyeret agama dan kesukuan dalam ruang politik bisa menjadi ancaman demokrasi, kebhinekaan, dan persatuan. Politik "norak" seperti pengerahan masa aksi BELA TAUHID dan BELA MUKA BOYOLALI yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan bapak-bapak, bisa menimbulkan perpecahan anak bangsa yang dalam kondisi retak.

    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Akhir-akhir ini politik "norak" semakin masif, sepertinya banyak orang dekat/ tim pemenangan bapak-bapak yang menikmatinya. Kami yakin bapak-bapak sendiri tidak menginginkan negara bangsa ini pecah. Tentu bapak-bapak juga ingin politik "norak" tidak ada lagi di bumi pertiwi ini. Sedangkan bapak-bapak sebagai capres, inti dari kekacauan ini tidak mempunyai kemampuan mengarahkan tim pemenangan dan pendukung untuk berpolitik dengan sehat. Oleh karena itu, maka kami sangat mengaharapkan kebesaran hati bapak-bapak untuk SEGERA MUNDUR DARI PENCAPRESAN demi persatuan Indonesia.

    BalasHapus
  3. Maju terus Pak HNW, dukung NKRI!!

    BalasHapus
  4. Kamu dan PSI memang pantas tidak dipilih. Bagusnya PSI beserta kru daftar di Cina aja. Pas itu.

    BalasHapus