Recent Posts

Sebar Hoax ‘Brimob China’ di WhatsApp, Bos Jasa Satpam Ditangkap

28 Mei 2019
bos jasa satpam ditangkap
YHA, bos jasa satpam, ditangkap terkait hoaks (Detik)

Polisi menangkap seorang pria berinisial YHA (40). Pria yang memiliki usaha jasa petugas keamanan (satpam) itu ditangkap karena ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau hoaks 'Brimob China' melalui WhatsApp. Ia terancam pidana 10 tahun penjara.






Tim Siber Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap YHA di rumahnya Dusun Cangkukan, RT 2 RW 7, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2019) kemarin.

"Pelaku ini telah mendistribusikan konten foto anggota Brimob mirip seperti Tentara China pada 21 Mei lalu, dengan caption 'perhatikan warna kulit dan mata sipit anggota Brimob ini sangat mencurigakan, jangan-jangan tentara Cina menyamar," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (27/5/2019).

Menurutnya, tersangka menyebarkan berita hoaks tersebut di grup WhatsApp bernama Rumah Smart Indonesia.

Polisi menyita barang bukti berupa sebuah laptop, dua unit telepon genggam, satu buah kartu memori, dan satu buah kartu ponsel. YHA dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) jo Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 207 KUHP.





"Ancamannya 10 tahun penjara," kata Trunoyudo seperti dikutip Detik.

YHA mengaku kalau grup WhatsApp diikutinya tersebut dihuni jaringan pendukung Prabowo-Sandi (Padi). Ia membuat narasi itu setelah mendapatkan foto Brimob bermata sipit dari grup WhatsApp.

"Memang ada jaringan Padi, dan di situ saya ikut. Saya dapat dari grup itu, lalu maksudnya mau bertanya soal postingan itu," kata YHA.

YHA telah mengaku salah dan minta maaf atas unggahannya itu.

"Ya saya mengaku salah atas postingan itu, dan saya meminta maaf," lanjutnya. [Ibnu K/Tarbiyah]







Tidak ada komentar:

Posting Komentar