Recent Posts

Wajar Umat Berduka, Ini yang Sebenarnya Terjadi Saat Meninggalnya Ulama

23 Mei 2019
Ustadz Arifin Ilham
Ustadz Arifin Ilham (Antara)

Ustadz Arifin Ilham wafat. Ucapan istirja’ dan doa pun mengalir dari seluruh penjuru nusantara. Apalagi wafatnya bertepatan dengan kondisi negeri yang sedang berduka.

Wajar jika umat semakin berduka dengan wafatnya pengasuh pondok pesantren Az Zikra ini. Sebab meninggalnya ulama bukanlah peristiwa biasa.






Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan, wafatnya ulama adalah cara Allah mengangkat ilmu.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا ، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا ، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا ، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Bukhari)

Karenanya para ulama pun sangat berduka mendengar kabar wafatnya ulama lainnya. Mereka menyadari bahwa para ulama adalah pelita. Yang menerangi umat dengan ilmunya. Saat seorang ulama wafat, itu seperti matinya sebuah pelita. Umat kehilangan ilmu bersama dengan wafatnya ulama itu.





Bahkan begitu dukanya kehilangan seorang ulama, bagi ulama lainnya terasa seperti hilangnya sebagian anggota tubuh.

“Sesungguhnya aku diberitakan mengenai wafatnya seorang ahlus sunnah, seakan-akan aku kehilangan sebagian anggota tubuhku,” kata Ayyub rahimahullah yang diabadikan Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam Hilyatul Aulia.

Baca juga: Sholat Jenazah

Maka mari berdoa kepada Allah. Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Ya Allah, ampunilah guru dan ulama kami. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran.

Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.

Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia. [Muchlisin BK/Tarbiyah]







Tidak ada komentar:

Posting Komentar