Recent Posts

Begini Nasib Biksu Wirathu Saat Ini

2 Jun 2019
biksu wirathu
Biksu Wirathu (The Star)

Biksu Ashin Wirathu sangat benci terhadap Muslim Rohingya hingga kemudian melancarkan kampanye provokatif yang menyulut pembantaian. Dialah pencetus gerakan anti-Islam 969 hingga jatuh sekian banyak korban di Rakhine, Myanmar.






Setelah sekian lama membuat geram dunia Islam, Biksu Wirathu kini mulai menuai apa yang ia tanam. Pria yang terkenal karena menyebut muslim Rohingnya adalah anjing gila itu, kini diburu polisi.

Pengadilan di Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Biksu Wirathu, atas tuduhan penghasutan. Demikian disampaikan kepolisian setempat, Rabu (29/5/2019).

Juru bicara kepolisian Myanmar, Myo Thu Soe mengatakan, surat perintah penangkapan itu telah dikeluarkan pada hari Selasa (28/5/2019) lalu oleh pengadilan distrik barat di Yangon.

Myo tidak memberikan alasan rinci soal surat perintah penangkapan itu. Tapi, dalam demonstrasi baru-baru ini, Wirathu menuduh pemerintah korupsi dan mengritiknya karena mencoba mengubah konstitusi yang akan memangkas kewenangan militer.





"Tuduhan hasutan ini merupakan perundungan baginya," ujar Thu Saitta, sekutu Wirathu, kepada kantor berita Reuters seperti dikutip Republika. "Kami tidak akan mengatakan apa yang akan kami lakukan jika dia ditangkap, tetapi kami tidak akan tinggal diam."

Sementara Juru bicara kepolisian Myanmar mengatakan surat perintah itu belum diterima oleh polisi di pusat kota Mandalay, di mana Wirathu bermukim.

Baca juga: Mengapa Sangat Benci Muslim Rohingya? Alasan Biksu Wirathu Ini Sangat Mengejutkan

Sebelumnya, Jawatan agama tertinggi Myanmar telah melarang Wirathu berkhotbah selama setahun hingga awal tahun lalu, dengan alasan khotbahnya mengandung penyebaran kebencian. Dia sering menjadikan kaum muslim Rohingya sebagai target, di mana lebih dari 700.000 di antaranya telah melarikan diri dari penumpasan tentara di negara bagian Rakhine pada tahun 2017, yang oleh para penyelidik PBB disebutkan sebagai kasus yang dilakukan dengan "niat genosida". [Ibnu K/Tarbiyah]







Tidak ada komentar:

Posting Komentar