Recent Posts

Dirut BPJS: Beli Rokok Bisa, Iuran BPJS Rp 5 Ribu Per Hari Kok Tak Ada Kesadaran

8 Okt 2019
iuran bpjs
Diskusi tarif iuran BPJS kesehatan (BBC)

Pemerintah berkukuh dengan keputusan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan bagi kelompok peserta mandiri, meski sebagian peserta merasa keberatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan bahwa rencana kenaikan premi tidak terhindarkan. Pasalnya, sejak BPJS dimulai pada 2014 lalu, besaran iuran tidak sesuai dengan hitungan aktuaria. Yakni pengelolaan risiko keuangan yang berujung pada semakin membengkaknya defisit.






BPJS Kesehatan memprediksi, defisit yang akan ditanggung hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp32,8 triliun. Angka itu akan semakin membengkak jika tidak ada penyesuaian tarif iuran.

Lebih jauh Fahmi menekankan bahwa apabila nantinya iuran naik, setiap peserta bisa menyesuaikan kembali kepesertaan berdasarkan kemampuan mereka.

"Kelas I, kelas II, kelas III, itu kan sama, pelayanan medik nggak ada beda. (Yang) berbeda kan hanya ruang perawatan saja," ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi tentang tarif iuran BPJS Kesehatan, di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin (7/10/2019).

"Jadi, kalau ada keberatan misalnya menyisihkan Rp5 ribu per hari itu berat, opsinya terbuka untuk memilih menjadi Rp3 ribu-an per hari."

Ia pun meminta masyarakat mulai membentuk pola pikir baru terkait jaminan kesehatan mereka. Ia membandingkannya dengan bayar parkir motor atau beli rokok.

"Bayar parkir motor Rp2 ribu sehari atau beli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran itu, padahal ini kan penting untuk dirinya," tandas Fahmi seperti dikutip BBC, Selasa (8/10/2019). [Ibnu K/Tarbiyah]








8 komentar:

  1. Dirutnya ngomong ga pake bismillah begini nih

    BalasHapus
  2. Emang pengguna bpjs semuanya perokok pa? Saya gak setuju dg adanya kenaikan iuran bpjs, dg iuran yg biasa saja masyarakat masih byk yg nunggak apalgi dinaikan. Dari byknya pserta bpjs yg nunggak, seharusnya jd pelajaran buat pemerintah, bukan menaikan iuran yg jdii soulsinya.

    BalasHapus
  3. kalo besaran gaji, renum dan insentif karyawan dan manajemen di lingkungan BPJS kes dan BPJS Ten Kerja gak sebesar sekarang, saya yakin gak bakalan defisit pak.. mikir aja sendiri, anak bau kencur baru tamat kuliah cuma jd staf customer service pendapatanya ngalahin PNS gol IV yg udah 20 tahun mengabdi..

    BalasHapus
  4. Bapaknya lupa kali kalo bayar parkir 2000 itu motornya bisa dinaiki satu keluarga,

    BalasHapus
  5. Jangan samakan pak rakyat kecil sama rakyat jelata.. Kami butuh kesehatan gratis biaya murah.. Pak.. Gitu ajj ko repot.. Mikirin BPJS naik makin.. Sengsara pemerintah

    BalasHapus
  6. saya merasa keberatan, saya 5 bersaudara tambah ortu 2 dan nenek 1. jadi 5x8=40k sedang penghasilan ortu hanya 50k perhari... lalu kami makan apa? dan rata2 pemilik pbjs adalah ekonomi kebawah terutama kelas iii seperti kami.
    jangan bebankan ke kami, itu adalah rancangan preaiden sendiri, klo difisit minta presiden bukan kami di jadikan korban... Subsidi di cabut, masyarakat biar mandiri, Baik Pajak dicabut biar Negara Mandiri... Tolong bijaklah dalam mengambil keputusan

    BalasHapus
  7. kami keluaga tidak perokok dan kamo tdak memiliki motor. jd jgn bandingkan... kami hanya bersepeda kemana2.

    BalasHapus
  8. saya sudah lama berenti merokok... jangan sangkut pautkan sm rokok dan parkir. sy parkir motor sj kadang diluar biar g kena parkir. begini deh, klo misalnya naik apa tambhan untuk menguntungkan masyarakat? mslnya mgkinkah di layanin special dan tdk di susah kan, mungkinkah dimanjakan selayaknya tamu VIP, mungkinkah obat2 nya di grtiskan semua slain generik? mungkin kah gaji karyawan anda diturunkan???

    BalasHapus