Recent Posts

500 TKA China Masuk Sultra? Menaker: Sudah Kita Larang

2 Mei 2020
Menaker Ida Fauziyah
Menaker Ida Fauziyah (Istimewa)

Beredarnya kabar bahwa akan ada 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Sulawesi Tenggara ditepis oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.






Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mengizinkan TKA Tiongkok untuk datang ke Indonesia.

“Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga telah melakukan pelarangan dan penghentian TKA dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) serta larangan sementara bagi orang asing masuk ke Indonesia,” kata Ida Fauziyah melalui telekonferensi pers, Jumat (1/5/2020).

Apalagi, tandasnya, Indonesia sendiri saat ini tengah menerapkan pembatasan transportasi yang telah diatur dalam Perturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa kedatangan TKA tersebut tidak akan terlaksana dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi membenarkan rencana kedatangan ratusan TKA China yang akan bekerja di salah satu pabrik smelter yang ada di Sultra. Diakuinya, pemerintah pusat telah menyetujui kedatangan mereka.

Baca juga: Meskipun Dilengkapi Surat Bebas Covid-19, Gubernur dan DPRD Sultra Tolak 500 TKA China

Ali Mazi menjelaskan, pihaknya dan DPRD menolak kedatangan TKA China karena bertentangan dengan susana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.






"Setelah saya mengetahui informasi itu, langsung mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga DPRD, Danrem, Kapolda, Imigrasi. Kesimpulannya kita keberatan untuk kebijakan memasukkan kembali 500 TKA asal China,” ungkap Ali Mazi di rumah jabatan gubernur seperti dikutip Kompas, Kamis (30/4/2020).

Penolakan juga datang dari DPR. Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi mengaku bingung, padahal pemerintah sendiri yang membatasi pegerakan masyarakat dan meminta untuk tetap tinggal di rumah. Namun, di sisi lain, kenapa para TKA asal Tiongkok diperbolehkan masuk ke Indonesia. Apalagi pandemi Covid-19 masih merajalela.

“Pada situasi saat ini banyak PHK yang dialami masyarakat, pemerintah malah memberikan peluang TKA Tiongkok mencari pekerjaan di Indonesia,” kata Aboebakar.

Rencana masuknya TKA asal Tiongkok ini disebut akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Mengingat, kasus positif Covid-19 di tanah air dan setiap hari jumlah pasien meninggalnya semakin banyak.

Baca juga: Sholat Jenazah

“Seolah warga Tiongkok lebih diprioritaskan dari pada warga sendiri. Hal ini tidak boleh terjadi, pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat sendiri,” lanjutnya. [Ibnu K/Tarbiyah]











Tidak ada komentar:

Posting Komentar