Recent Posts

Indobarometer: 53,8% Warga Tak Puas dengan Cara Jokowi Tangani Pandemi Corona

27 Mei 2020
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Antara)

53,8 persen warga tidak puas dengan kinerja pemerintah Jokowi – Ma’ruf dalam menangani pandemi virus corona. 45,9 persen menyatakan puas dan sisanya abstain. Demikian hasil survei yang dirilis Lembaga Indobarometer.

53 persen warga tak puas cara Jokowi tangani corona


Secara rinci, 53,8 persen yang tidak puas terdiri dari 48,5 persen yang tidak puas dan 5,3 persen yang tidak puas sama sekali. Sementara itu, dari 45,9 persen, sebanyak 43,9 persen merasa puas dan 2 persen sangat puas.






Ada sejumlah alasan mengapa mayoritas warga tidak puas dengan cara Jokowi menangani wabah corona. Pertama, 17,3 persen warga menilai kebijakan Jokowi tidak konsisten.

"Alasan kedua, pemerintah dianggap lambat dalam mendistribusikan bantuan sosial. Ketiga, data penerima bantuan juga tidak akurat. Kemudian alasan keempat masyarakat menilai penanganan secara umum lambat," kata Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari.

alasan tak puas cara jokowi tangani corona


Sementara itu, warga yang puas juga memiliki alasan tersendiri. Sebanyak 31,1 persen warga puas karena merasa penanganan PSBB sudah baik. Alasan kedua, mereka menilai penanganan wabah corona oleh Jokowi sudah cepat tanggap.

"Kemudian, alasan lain mereka melihat mulai banyak yang sembuh. Ada pula yang menilai kebijakan PSBB sudah tepat dan terlihat kerja nyata," jelas Qodari seperti dikutip Kumparan.

alasan puas cara jokowi tangani corona


Indobarometer juga memberi rekomendasi ke Jokowi. Berkaca dari survei tersebut, harusnya Jokowi mengubah kinerja dalam penanganan wabah COVID-19 karena mayoritas tidak puas.

"Khususnya bila terkait masalah pengangguran dan kemiskinan. Dua masalah pokok terlihat benang merahnya dari jawaban responden yang tidak puas, yakni soal bantuan sosial dan kebijakan yang tidak konsisten. Ini harus diperbaiki," tutup Qodari.

Survei digelar di tujuh provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Tujuh provinsi ini setara dengan 64.9% populasi nasional.

Survei digelar pada 12 – 18 Mei 2020. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota & purposive sampling dengan 400 responden yang tersebar secara proporsional. Margin of error sebesar ± 4.90%, pada tingkat kepercayaan 95%. Teknik pengumpulan data dengan wawancara via telepon seluler menggunakan kuisioner. []









Tidak ada komentar:

Posting Komentar